Connect with us

Bahasa dan Tengkorak Wajah Penghuni Negeri “Kalembo Ade”

Cerita Foto

Bahasa dan Tengkorak Wajah Penghuni Negeri “Kalembo Ade”

Ciri khas rumah Mbojo/Bima (harjasaputra)

Di manakah negeri “Kalembo Ade” berada? Anda tak akan bisa mencarinya di mesin pencari. Karena ini karangan saya saja. Kalembo Ade adalah bahasa yang sering digunakan di manapun dan dalam kondisi apapun oleh masyarakat di tanah Mbojo (Bima & Dompu, NTB). Entah kenapa ungkapan “Kalembo Ade” ini begitu populer.

Kalembo Ade secara bahasa berarti “lapangkan hati” atau kalau disederhanakan bermakna “sabar” atau “harap maklum”. Ungkapan bahasa seruan dari si penutur kepada orang yang diajak bicara. Bahasa nenek moyang Dana Mbojo (tanah Bima) yang masih dilestarikan dalam berbahasa. Jika seseorang meminta maaf pada orang lain maka pasti digunakan ungkapan “Kalembo Ade sae/cinae” (Sae ata Cinae adalah ungkapan kalau diartikan bermakna “saudara” atau “kakanda”, bahasa kerennya “masbro” kali yaa..). Bahkan bukan saja dalam meminta maaf, anehnya, jika orang memberi kepada orang lain, yang memberi malah mengatakan “Kalembo Ade”. Pokoknya di setiap situasi. Di sini Kalembo Ade, di sana Kalembo Ade, di mana-mana Kalembo Ade. Maka, pantaslah dijuluki Negeri Kalembo Ade.

Dari segi alam, negeri Kalembo Ade ini berada di Pulau Sumbawa yang tak kalah indahnya dengan Pulau Lombok. Bahkan dari segi luas area lebih luas 3x lipat dari Pulau Lombok namun jumlah penduduknya berbanding terbalik: pulau Lombok 3x lebih banyak dibanding pulau Sumbawa. Foto di bawah ini hanya satu keindahan alam negeri Kalembo Ade, yang lainnya tentu lebih banyak lagi (biar penasaran dan berkunjung sendiri ke sana) (foto2):

Kalau jalan-jalan di Jakarta atau di Jawa, mungkin yang lewat di pinggir jalan adalah warna-warni manusia dengan beragam lekuk. Wanita-wanita cantik mungkin. Tapi kalau di sana, jangan aneh kalau di tepi jalan bukannya orang yang banyak, malah hewan-hewan: kadang pas kita lewat monyet bergerombol lewat, kadang sapi, kadang kuda, biawak, ular, malah harimau, gajah..(kalau harimau dan gajah itu imajinasi saya saja..haha). Seperti foto berikut ini (foto3):

Bagi yang suka dengan panorama pantai, di negeri Kalembo Ade ini banyak obyek pantai yang indah, seperti Lakey di Dompu, Pantai Amahami Kota Bima, pantai di wilayah Sape, Karumbu, dan banyak lagi. Karena memang negeri ini dikelilingi oleh pantai. Dan, bagi yang suka dengan tantangan dakian gunung yang menanjak, negeri Kalembo ini juga punya gunung yang terkenal di dunia: Tambora, dan banyak lainnya. Gunung ini sangat fenomenal, yang terakhir bahkan memikat hati Wamen ESDM, meskipun sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Apalagi bukit-bukit sangat akrab di sekeliling negeri ini. Contohnya foto berikut (foto4):

Dari segi tengkorak (lekuk-lekuk perwajahan) orang di negeri Kalembo Ade ini sangat khas. Rahang pipi lebih menonjol dengan wajah khas, setengah ambon, setengah NTT, setengah jawa, setengah Timur Tengah, setengah Indian Eropa, pokoknya di tengah-tengah deh ciri khas wajahnya. Maksudnya memang khas. Contohnya adalah foto berikut (foto5 dan 6):

Dua foto di atas adalah penampakan perwajahan penduduk asli Negeri Kalembo Ade (Bima & Dompu) jika sudah tua. Untuk perwajahan anak-anak dan remaja/dewasa juga khas, sangat cocok bagi Anda yang menyukai fotografi Human Interest (HI). Foto berikut adalah contohnya (foto 7 dan 8):

Dari segi kebiasaan makan juga ada perbedaan. Kalau di Jakarta atau Depok dan sekitarnya, cari sate kambing/ayam di malam hari mudah (sate beneran lho ya..), karena umumnya sate identik makanan malam hari meskipun banyak juga di siang hari. Tapi di negeri ini, sate hanya ada di siang hari. Makanan khasnya banyak, ada nasi bambu, dan lain-lain saya tidak ingat satu per satu namanya. Pokoknya banyak hal yang bisa dieksplorasi, tujuan yang tepat untuk Anda berwisata sambil jeprat-jepret.**[harja saputra]

Galeri foto:

{gallery}kalemboade{/gallery}

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

To Top