Connect with us

Menyikapi Konten Vulgar di Internet: Mengenal Motif Menggunakan Media

Komunikasi

Menyikapi Konten Vulgar di Internet: Mengenal Motif Menggunakan Media

Ilustrasi: unik-thread.blogspot.com

Bagaimana menyikapi konten yang dianggap vulgar di internet? Pertanyaan yang tak pernah usang oleh waktu. Polemik mengenai konten yang bermuatan “non-edukasional” atau konten vulgar ramai dibincangkan, termasuk di web blog Citizen Journalism (CJ) terbesar, yaitu di Kompasiana pada akhir November 2011. Adu argumentasi terjadi. Tak jarang dengan saling menyudutkan satu sama lain. Masing-masing pihak keukeuh pada pendapatnya. Satu hal yang wajar, karena tidak ada orang yang mau disalahkan. Sebetulnya tidak ada yang salah, baik yang pro maupun yang kontra terhadap konten-konten vulgar, karena definisi konten vulgar ini pun pasti berbeda persepsinya bagi setiap orang. Tak hanya itu, sudut pandang yang digunakan pun berbeda. Yang pro memandangnya dari sudut pandang “hiburan” sedangkan yang kontra dari sudut pandang “edukasional”. Keduanya jelas berbeda dan sulit untuk dipertemukan.

Ada baiknya kita simak alasan atau motif orang dalam menggunakan media. Media di sini cakupannya luas, mencakup semua media, baik media massa cetak atau online, media elektronik, dan termasuk di dalamnya media sosial seperti Kompasiana. Media itu sendiri dalam ilmu komunikasi artinya adalah perantara yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesannya kepada komunikan. Apa saja motif pengguna (users) dalam menggunakan media?

Ada sebuah teori yang disebut dengan Uses and Gratifications yang pertama kali diperkenalkan oleh Elihu Katz dan dikutip oleh Dennis McQuail (1994) yang menyajikan secara lengkap mengenai jenis-jenis motif dalam menggunakan media. Ada 3 jenis motif sebagai berikut:

1. Motif informasional. Pengguna dalam memanfaatkan media, apakah menulis atau membaca atau menggunakannya dalam bentuk lain didorong oleh rasa keingintahuan (curiosity) sebagai sifat dasar manusia yang selalu mencari informasi. Hal ini disebabkan manusia tidak mungkin bisa hidup tanpa informasi. Pengguna dalam menggunakan media yang didorong oleh motif ini umumnya untuk mendapat informasi yang menjadi concern dirinya. Berita-berita terkini menjadi alternatif utama dalam memenuhi motif ini. Maka, tak aneh jika di Kompasiana ada vote “aktual”, yang berarti isinya sangat informatif atau relevan dengan isu terkini.

2. Motif edukasional. Pengguna dengan motif edukasional memanfaatkan media didorong oleh kebutuhan terhadap hal-hal yang dapat digunakannya untuk belajar atau meningkatkan kualitas diri. Informasi yang diperoleh pembaca berdasarkan motif ini dapat digunakan untuk memperbaiki penampilan dirinya dalam pergaulan sosial, memperbaiki cara kerjanya, dan sebagainya. Di Kompasiana, hal ini dikenal dengan istilah “inspiratif” atau “bermanfaat”.

3. Motif hiburan. Seseorang disebut memiliki motif hiburan kalau ia mencari informasi untuk memperoleh kesenangan-kesenangan psikologis. Jadi informasi itu digunakan dalam konteks kepentingan pribadi dan secara langsung tidak berkaitan dengan lingkungan sosialnya. Hanya digunakan untuk menghibur diri. Ini diperlukan sebagai upaya melepaskan ketegangan atau stress. Di Kompasiana, motif ini dibuktikan dengan adanya kolom “Hiburan” yang berisi humor atau cerita tentang infotainment. Motif hiburan jangan diabaikan. Bahkan motif ini menempati urutan teratas di mesin pencarian. Situs-situs entertainment tak pernah sepi. Berita-berita mengenai artis selalu mendapat sorotan. Cerita “esek-esek” laku keras. Karena memang motif manusia untuk mencari hiburan adalah natural.

Bagaimana mendamaikan perbedaan motif ini? Tak ada yang perlu didamaikan sebenarnya. Yang perlu didamaikan adalah “cara berpikirnya” bahwa setiap orang memiliki motif yang berbeda, bisa jadi ada kesamaan atau ada perbedaan. Saling menghormati di antara yang berbeda. Mengenai masalah definisi seberapa vulgarnya suatu konten itu urusan TOC atau Admin (pengelola). Di antara sesama pengguna berhak untuk menulis apapun dan membaca apapun. Karena motif setiap orang boleh jadi berbeda.**[harja saputra]

Baca selengkapnya

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

Terbaru

Populer

To Top