1. Skip to Main Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
Web Design Modified:Tuesday 09 April 2013, 12:10

Minal ‘Aidin wal Faizin Bukan Mohon Maaf Lahir Bathin

Written by Harja Saputra 04 September 2011 Published in Sosbud

Kalimat Minal ‘Aidin wal Faizin disandingkan dengan kalimat “Mohon maaf lahir dan bathin” ini juga memberikan pemahaman pada pembaca bahwa kalimat Arab itu artinya adalah mohon maaf lahir dan bathin, padahal berbeda jauh artinya. Minal ‘Aidin wal Faizin artinya adalah “Semoga kita termasuk dari orang yang kembali (pada fithrah) dan orang-orang yang menang (mengalahkan hawa nafsu)”.


Dua, Tiga, dan Seterusnya Tidak Eksis

Written by Harja Saputra 29 August 2011 Published in Filsafat

Dalam sehari-hari kita mengenal konsep bilangan. Namun, apakah kita pernah menyadari bahwa sesungguhnya bilangan itu hanya persepsi? Apakah kita pernah mendapati di alam nyata dari wujud konsep angka 2, 3, dst? Kita tidak akan pernah mendapati konsep bilangan 2, 3, dst di dunia nyata. Angka-angka itu murni persepsional. Keberadaannya hanya di alam pikiran. Dua tidak ada di dunia nyata. Tiga juga tidak ada di dunia nyata.


Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia

Written by Harja Saputra 28 August 2011 Published in Ekbis

Keuangan dalam kehidupan keluarga ibarat darah dalam tubuh kita. Keuangan keluarga yang kurang ibarat tubuh kurang darah. Kebanyakan uang pun tidak baik, persis dengan penyakit darah tinggi. Orang yang darah tinggi bawaannya emosi tinggi. Keluarga dengan taraf hidup yang kebanyakan uang pun begitu, emosi saja maunya. Emosi ingin beli ini beli itu, bila perlu dibeli sama toko-tokonya, bahkan sama yang jualnya sekalian.


Lebaran Bukan Untuk Pamer Diri

Written by Harja Saputra 28 August 2011 Published in Sosbud

Lebaran merupakan fenomena budaya masyarakat Muslim di Indonesia yang disandingkan dengan ritual keagamaan, yaitu budaya yang bersandingan dengan ritual Idul Fitri. Karena Lebaran merupakan “budaya lokal Indonesia” maka sudah barang tentu bercampur dengan kebiasaan-kebiasaan lain yang pasti berbeda dengan perayaan Idul Fitri di negara lain.


Menulis itu Sarana atau Proses, Bukan Tujuan

Written by Harja Saputra 28 August 2011 Published in Komunikasi

Ilmu sebagai cahaya bagi kehidupan manusia tidak diragukan lagi. Ilmu memiliki manfaat adalah pasti, tapi di satu titik tertentu ilmu juga bisa menjadi bumerang bagi seseorang. Ketika seseorang menuntut ilmu maka ia sangat terpuji, tetapi ketika ilmunya tersebut dijadikan tujuan maka sesungguhnya ilmunya telah menjadi berhala. Seorang bijak bahkan mengatakan, “Hijab (penghalang) tertinggi bagi manusia adalah ilmu”.


Benarkah Nabi Muhammad Saw Buta Huruf?

Written by Harja Saputra 28 August 2011 Published in Filsafat

Setelah mencoba membantah sejarah tanggal Kemerdekaan RI yang ternyata tidak bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, sekarang saya mencoba meluaskan bahasan lebih jauh lagi, yaitu ke sejarah Islam yang banyak diajarkan di sekolah-sekolah tentang apakah Nabi Muhammad Saw buta huruf ataukah tidak. Bahasan ini tidak bersifat tendensius, hanya mengajak berpikir.


Iwan Piliang Ditawari 10 Trilyun?

Written by Harja Saputra 27 August 2011 Published in Komunikasi

Menarik untuk mencermati tulisan dengan judul: ““Iwan Piliang Ditawari 10 Trilyun….“ yang ditulis oleh salah seorang Kompasianer yang berprofesi sebagai seorang Journalist Amatir (status Journalist Amatir bukan dari penilaian saya, tetapi dari pengakuannya sendiri yang tertulis nyata di profile penulisnya).


Berkata Jujur Sebetulnya Berbohong

Written by Harja Saputra 27 August 2011 Published in Komunikasi

Dalam berkomunikasi, setiap orang tidak bisa terlepas dari penggunaan tanda-tanda (signs). Tanda-tanda dalam berkomunikasi bahkan memunculkan ilmu baru, yaitu ilmu semiotika, sebagai suatu ilmu yang berfungsi untuk menganalisis tanda-tanda dari proses komunikasi. Karena tanda tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan budaya.


"Kesederhanaan" adalah Kesombongan Bentuk Lain

Written by Harja Saputra 19 August 2011 Published in Sosbud

Hati-hati dalam menilai kesombongan dan kesederhanaan seseorang! Kenapa demikian? Karena kesombongan dan kesederhanaan bedanya tipis. Kesombongan dalam bentuk kesederhanaan di satu sisi adalah baik, karena menunjukkan kerendahan diri. Namun, di sisi lain, ini menunjukkan kesombongan puncak.



Page 11 of 16