Connect with us

Menusuk Orang Hanya Karena Angka Satu

Polhukam

Menusuk Orang Hanya Karena Angka Satu

Foto: us.detiknews.com

Penusukan kameraman dan satpam di saat shooting acara TV One menyisakan satu hal yang janggal. Menurut berita dari media online, pelaku penusukan (bernama Adil) melakukannya hanya karena TV One menggunakan simbol angka “1″. Itu diperoleh dari ucapan si pelaku yang menurut satpam yang mendengar dinilai stres. Omongannya dinilai ngawur.
Angka 1 menurut ungkapan si pelaku disamakan sebagai angka yang hanya milik “Tuhan”. Yang lain tidak boleh menggunakan itu. Ini yang janggal. Membela Tuhan tetapi bisa jadi Yang Dibela tidak merasa dibela. Karena salah alamat. Kenapa salah alamat?

Angka satu sebagai representasi dari Tuhan benar adanya. Tapi itu jika dilihat dari aspek filosofis dan mistis. Sebetulnya bukan pada angkanya, melainkan hakikatnya. Satu dalam angka berbeda dengan Satu atau Esa. Dia bukan bilangan. Karena jika bilangan, maka Satu akan lebih sedikit dari Dua dan seterusnya. Keesaan Tuhan tidak bisa didekati dengan bilangan numerik, karena bilangan itu untuk hal-hal yang bersifat fisik (materi) sementara Tuhan bebas dari hal materi. Dengannya sangat salah alamat jika membela angka Satu dengan dinisbatkan kepada Tuhan.

Apapun alasannya, kekerasan apalagi melukai orang lain tidak dapat dibenarkan. Semasih ada jalan melalui cara-cara “bukan kekerasan” maka jalan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Karena Tuhan tidak pernah menilai dari hasilnya, melainkan dari cara atau prosesnya.

Niat pembelaan terhadap Tuhan sangat kentara dalam kasus ini. Kalau boleh saya katakan, ini delusi. Niatnya mungkin sangat mulia. Tetapi, sesungguhnya, itu juga salah alamat. Tuhan tidak butuh dibela. Karena Dia Maha Kuat, sementara manusia maha lemah. Sangat naif yang lemah berniat bela yang kuat. Belalah sesama manusia. Karena manusia diciptakan untuk saling membantu di antara sesamanya.**

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

To Top