Connect with us

Tidak Ada “Kitab Suci” dalam Kitab Suci

Sosbud

Tidak Ada “Kitab Suci” dalam Kitab Suci

Kenapa sumber ajaran dari sebuah agama disebut “Kitab Suci“? Dalam literatur bahasa Inggris pun sama, ketika mengacu ke teks-teks agama disebut dengan Holy Book. Apakah memang “kesucian” dari kitab-kitab agama tersebut memberikan implikasi pada pensakralan, sehingga setiap yang datang dari kitab suci adalah sakral dan absolut?

Wilfred Cantwell Smith pernah menulis buku What is Scripture?: A Comparative Approach diterjemahkan menjadi buku “Kitab Suci Agama-agama”. Smith tidak menyebutnya dengan istilah Holy Books tapi dengan istilah Scripture. Karena menurutnya, istilah kitab suci tidak ada dalam semua teks agama.

Dalam sebuah seminar yang membedah buku Smith, Ayya Santini (biksuni Budha) mengatakan, bahwa Budha berkata, “Jangan percayai segala sesuatu, baik itu ajaran (dama dalam istilah Budha) sebelum kamu meneliti dan meyakini hal itu, termasuk apapun yang ada di dalam kitab suci manapun”. Dengan demikian, posisi kitab suci dalam agama Budha tidak sakral sama sekali karena seluruh ajaran dalam kitab suci Budha seperti diajarkan Budha sendiri tidak harus diyakini sebelum benar-benar terbukti kebenarannya.

 

Sementara itu, Pdt. Martin Sinaga, mengatakan bahwa dalam prinsip Kristen wahyu Tuhan itu adalah dalam wujud Yesus, sedangkan kitab suci hanyalah kumpulan dari penulis-penulis yang merekam ibadah, sejarah, tradisi dan kehidupan Yesus beserta umatnya, yang terkadang isi dari kitab-kitab suci itu justru ada yang bertentangan dengan nilai-nilai rasional. Seperti ada ayat-ayat yang sangat memuja keindahan tubuh wanita, dan sebagainya. Ini harus dilihat bahwa harus ada penafsiran ulang terhadap kitab suci Kristen. Bahwa manusia modern harus lebih memiliki daya rasional untuk menyaring ajaran-ajaran yang ada dalam kitab suci. Dengan demikian, posisi kitab suci harus tidak sakral, karena kitab suci Kristen hanya kumpulan-kumpulan tulisan yang sangat dipengaruhi oleh waktu dan tempat di mana peristiwa itu terjadi.

Kaitannya dengan kitab suci dalam agama Islam, Kautsar Azhari Noer mengatakan bahwa dalam ajaran Islam istilah “Kitab Suci” itu sendiri justru tidak terdapat dalam al-Quran, bahkan dalam kitab suci manapun. Nama al-Quran tidak disebut sebagai al-Qur’an al-Quds atau al-Muqaddas (al-Qur’an yang suci atau disucikan), yang ada adalah al-Qur’an al-Karim (Al-Quran yang mulia), dan sebutan lainnya. Jadi istilah kitab suci itu sebetulnya tidak ada, yang ada adalah al-Qur’an yang mulia. Kemuliaan dengan kesuciaan jelas berbeda. Dengan demikian, pensakralan terhadap al-Qur’an tidak mesti ada, yang ada itu pengagungan terhadap al-Qur’an. Ini penting dipahami terlebih dahulu, karena akan melahirkan pensakralan atau tidaknya terhadap kitab tersebut.

Pengagungan kitab suci adalah berusaha untuk memahami kitab suci agar mampu diterapkan dalam kehidupan, tetapi tidak dengan cara disakralkan. Maksudnya disakralkan adalah tindakan yang terkadang arogan terhadap pemeluk agama lain. Berhentilah menyerang ajaran agama orang lain, apalagi disertai membakar kitab suci agama lain.

Manusia modern, menurut Smith dalam bukunya, dalam menerapkan ajaran-ajaran kitab Suci seluruh agama, harus melihat konteks atau apa yang disebut dengan prinsip hermeneutika, yaitu perjumpaan antara teks dengan realitas, yang boleh jadi penerapannya berbeda di saat teks itu turun. Karena kondisinya pun berbeda dengan zaman sekarang. Inilah nilai dari universalitas ajaran dari seluruh kitab suci. Karena teks tidak berubah tetapi zaman berubah. Memang betul bahwa teks agama sifratnya universal, berlaku di setiap zaman, tetapi teks agama khususnya menyangkut masalah hukum, muncul karena suatu kasus yang terjadi pada zaman itu. Sementara banyak kasus baru yang terjadi sekarang yang mana tidak ada di zaman dulu. Maka, metode hermeneutika adalah jembatan untuk mengatasi adanya gap ini.**[harja saputra]

Dimuat pula di Kompasiana: http://sejarah.kompasiana.com/2011/07/05/tidak-ada-kitab-suci-dalam-kitab-suci/

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

To Top