About VoH and Harja Saputra
Written by Harja Saputra 15 May 2011
Profile Voice of Humanism (VoH)
Voice of Humanism (VoH) merupakan gagasan pribadi untuk menamai web dengan nama itu yang awalnya dinamai "Kumpulan tulisan Harja Saputra". Penamaan web dengan VoH pada tanggal 27 September 2011 tidak berkenaan dengan momen pribadi (seperti tanggal lahir atau tanggal spesial personal lainnya). Terbersit nama itu sejak peristiwa Bom Solo pada 25 September 2011. Bukan berarti mengambil untung dari kejadian itu, akan tetapi mencoba ikut andil dalam meluruskan pemahaman tentang pentingnya "Sisi Kemanusiaan" dalam menilai suatu ajaran, terutama ajaran agama.
Seperti diketahui bahwa humanisme adalah suatu aliran filsafat. Ia berkembang baik di dunia Islam maupun di dunia Barat. Di dunia Islam sering diidentikkan dengan pemikiran Ibn Rusyd yang banyak diadopsi nilai-nilai rasionalitasnya oleh Barat. Di Barat sendiri, humanisme merupakan aliran pemikiran sebagai kelanjutan dari gerakan modernisme. Ciri utamanya adalah menentang dominasi agama (gereja) dan sebagai gantinya adalah berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Agama dan kemanusiaan dipertentangkan sehingga memunculkan sekulerisme dan akhirnya muncul jenis baru dari humanisme, yaitu humanisme sekuler, di mana manusia sebagai poros dari seluruh nilai-nilai.
Pandangan saya tentang humanisme mengambil bentuk yang berbeda. Tidak mengadopsi secara utuh pada pemikiran Ibn Rusyd maupun humanisme Barat. Tetapi, lebih pada pemikiran bahwa agama dan kemanusiaan adalah satu, bukan dipertentangkan seperti yang dilakukan oleh humanisme Barat. Ini bisa ditelusuri dari berbagai ajaran agama yang ada, di mana nilai kemanusiaan merupakan poros utama dari setiap agama. Di dalam ajaran agama Islam dikenal dengan istilah "Amal shaleh", dalam ajaran Kristen dikenal dengan istilah "Kasih", dalam ajaran Budha dikenal dengan istilah "Dharma", bahkan Ten Commandment, semua isinya adalah tentang kemanusiaan seperti tidak boleh mencuri dan nilai kemanusiaan lain yang berlandaskan pada kehidupan sosial.
Dengan demikian, poros utama dari ajaran agama adalah nilai-nilai kemanusiaan (humanisme). "Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi sesamanya". Inilah yang saya sebut dengan istilah Agama Organik, yaitu faham yang berporos pada nilai-nilai universal. Nilai-nilai universal adalah inti dari agama, misi dari semua agama, sifatnya organik. Pemahaman memang relatif sehingga berbeda bagi setiap orang, tetapi ada yang tidak relatif yaitu nilai-nilai universal. Nilai universal absolut sifatnya, seperti keadilan, kejujuran, kemanusiaan, cinta, dan lainnya, yang penilaian setiap orang sepakat terhadap nilai-nilai tersebut.
Organik berarti juga original, dalam arti beragama tidak macam-macam, tidak tercampur oleh “bahan-bahan kimiawi” yaitu merasa diri paling benar, yang lain salah, dan menonjolkan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai universal (nilai-nilai kemanusiaan/humanisme). Lebih baik mencari persamaan antar-agama yang ada daripada mencari perbedaan yang pasti banyak perbedaan yang tidak mungkin disamakan. Bergerak pada dimensi yang sama, yaitu dimensi nilai-nilai bukan pada sekat-sekat keagamaan yang sempit.
Apapun agamanya (Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, dan agama serta kepercayaan lainnya) itu adalah masalah pelembagaan agama yang setiap orang boleh meyakini dengan sepenuhnya. Tetapi yang lebih penting dari itu adalah implementasi agama dalam kehidupan, yaitu "moral dan etika".
Agama pun tidak perlu dibela (seperti pemahaman yang salah dari konsep "jihad" bahwa jihad adalah membela agama Tuhan atau memerangi Anti-Kristus seperti yang pernah terjadi di abad ke-13 M). Agama datang dari Tuhan Yang Maha Kuat, dan Dia berjanji akan menjaganya sendiri. Manusia sangat naif jika bertekad untuk membela Tuhan. Karena manusia lemah sedangkan Tuhan adalah Yang Maha Kuat. Yang perlu dibela oleh manusia adalah sesama manusia. Dan inilah yang saya sebut dengan Voice of Humanism: kita sebagai manusia harus membela kepentingan manusia untuk kehidupan yang lebih baik.
Berpijak dari gagasan itu, maka konten dari website ini memiliki warna mengangkat pemikiran tentang nilai-nilai kemanusiaan (Voice of Humanism): pendekatan lain dalam memahami ajaran agama, filsafat, psikologi, pendidikan, dan sebagainya. Di web ini juga disajikan review riset, tips menulis, dan berbagai ragam tulisan lain. Tulisan yang variatif dan diperuntukkan bagi pengunjung web ini.
Semua tulisan adalah original, dalam arti bukan copy paste dari penulis lain. Semuanya adalah tulisan dari hasil refleksi saya pribadi. Dengan berpegang pada relativitas pendapat, saya tidak mengklaim bahwa pendapat saya yang ditulis di web ini adalah kebenaran mutlak, sangat terbuka kemungkinan untuk direvisi di kemudian hari jika menemukan yang lebih baik lagi. Penulis terbuka jika ada saran, kritik, dan diskusi, atas apa yang ditulis dalam web ini. Silahkan isi di kolom komentar yang disediakan di setiap tulisan. Semoga bermanfaat.
Profile Harja Saputra
Lahir di Majalengka Jawa Barat, 17 April 1978. Lebih senang disebut sebagai "Blogger Merah": blogger yang tidak sebatas ngeblog haha-hihi di dunia maya, bukan juga seperti--maaf--LSM yang ada motif tertentu di balik pergerakannya. Blogger merah, berbagi ilmu, pengalaman, dan yang lebih penting beraksi bagi kemanusiaan. Idealis memang. Tapi begitulah hidup: harus memilih, menjadi otentik.
Ngeblog di mana pun tidak ada yang menggaji. Niatnya hanya berbagi sebagai tugas inti dari hidup. Siapa yang berbagi lebih banyak, maka dia akan menerima (dalam bentuk lain) yang lebih banyak. Contoh nyata adalah Google. Siapa yang tak kenal Google. Google menggratiskan semua layanannya. Tapi justru karena Google menggratiskan maka ia menjadi perusahaan raksasa dunia. Gratis itu keharusan. Kualitas juga keharusan. Itulah sebenarnya makna sejati sedekah (shadaqah): the power of freemium.
Untuk melihat kiprah seorang Harja Saputra dan komunitas Voice of Humanism silahkan di-search di Google. Yang menasional (sampai diundang menjadi pembicara di televisi, radio, dan berbagai surat kabar dan online) adalah pernah menyuarakan masalah Perlawanan terhadap Pencurian Pulsa melalui gerakan "Hari Bebas Ponsel" atau "Gerakan Matikan HP" sebagai protes konsumen ponsel Indonesia terhadap makin maraknya pencurian pulsa pada tahun 2011. Kiprah-kiprah lain dapat dilihat di kolom VoH Action di halaman muka blog ini.
Menulis bagi saya adalah kecanduan yang belum bisa disembuhkan sampai saat ini. Pernah juara I lomba cerpen tingkat SMA se-Majalengka, 1994, juara I lomba Menulis Ilmiah Populer tingkat nasional, Forum Penulis Muda Indonesia, Bandung, 2000, dan juara II Lomba menulis dalam Program Ngeblog Seharian Kompasiana Kompas.com-Telkomsel, 2011. Menulis di beberapa media, resensi buku, majalah, dan sebagainya. Tapi kini memilih berbagi lewat blog: cepat, jangkauan luas, lebih rileks (tidak dikejar deadline).
Contact:
Blog: http://www.harjasaputra.com, http://www.kompasiana.com/harjasaputra, http://harjasaputra.wordpress.com
E-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.


