Connect with us

Nasional

Inilah Analisis Dari Hasil Gerakan Matikan HP 15 Oktober 2011

Published

on

Pengen puas dicabut batre sekalian

Setelah dilakukan aksi damai pada waktu yang ditentukan, kami berpegang pada prinsip bahwa tidak ada hasil yang 100 persen berhasil dan tidak ada kegagalan yang 100% gagal. Kuncinya asal ada niat maka keberhasilan atau kegagalan itu adalah dua kemungkinan yang pasti. Tanpa ada gerakan maka tidak akan ada hasil. Sekecil apapun yang bisa diperbuat, lakukan. Karena hasil optimal adalah kumulatif, artinya kumpulan dari usaha-usaha yang boleh jadi kecil. Mengenai bagaimana traffic voice, SMS, dan data selama 2 jam pada saat gerakan mematikan HP berlangsung dibandingkan dengan waktu sebelum dan sesudahnya, kami yakin para operator mengetahui perbedaannya. Bohong jika dikatakan tidak berpengaruh. Karena ada jutaan pengguna yang mematikan HP-nya secara serentak. Dari berbagai laporan para sukarelawan maupun para blogger di banyak wilayah di Indonesia, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk terlibat dalam gerakan ini. Mereka sama-sama mematikan HP-nya secara serentak. Angka pasti memang susah untuk diketahui tetapi kami yakin target tercapai.

Efek psikologis dari gerakan tersebut mulai dirasakan oleh para operator, content provider, dan para pemegang kebijakan. Berdasarkan survei kami, setelah maraknya berita tentang aksi gerakan mematikan HP ini, juga setelah konsumen mewujudkan aksinya dalam 2 jam, sedikitnya ada dua perubahan yang dinilai positif.

Pertama, pihak BRTI pada hari yang sama dengan Gerakan Matikan HP telah mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan semua layanan SMS premium. Meskipun kami ada beberapa catatan terhadap surat edaran ini, tapi ini memberikan sinyalemen positif atau ada niat baik dari pihak regulator untuk kembali mentata konten-konten yang merugikan konsumen. Kami konsumen ponsel Indonesia akan terus memantau niat baik tersebut apakah diimplementasikan dengan baik ataukah tidak. Artinya, tuntutan kami yaitu bubarkan BRTI sebagai shock theraphy kepada BRTI cukup efektif memompa kinerjanya.

Kedua, 3 jam setelah aksi Gerakan Matikan HP telah muncul broadcast melalui pesan Blackberry Messenger dan di media lain dari salah satu operator seluler terbesar yang menginformasikan mengenai cara bagaimana menonaktifkan semua layanan konten di SIM Card konsumen. Operator seluler lain sosialisasinya masih belum gencar sehingga konsumen masih banyak yang belum mengetahui mengenai bagaimana cara menonaktifkan konten-konten “tuyul”. Artinya, shock teraphy dari para konsumen ponsel Indonesia yang telah ikut mematikan Hpnya selama 2 jam cukup efektif dalam menghimbau kepada operator seluler untuk menyingkirkan konten-konten tidak perlu. Hal ini sejalan dengan tuntutan kami yang kedua yaitu luncurkan SIM-Card bebas iklan (untuk cara menonaktifkan konten-konten, lihat kodenya Di Sini)

Dengan ini, kami dari koordinator gerakan “Matikan HP” kembali menyatakan bahwa kami dan jutaan konsumen ponsel Indonesia akan terus memantau kinerja pihak BRTI, operator dan content provider untuk menangani masalah pencurian pulsa secara serius. Mata dan hati kami akan terus mengawasi kinerja mereka. Tidak menutup kemungkinan jika pencurian pulsa itu tidak ditangani secara serius, konsumen ponsel melakukan gerakan mematikan HP-nya secara lebih lama, tidak hanya 2 jam. Konsumen adalah raja adalah konsep yang masih relevan. Konsumen itu ada dan harus dilindungi hak-haknya.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung gerakan ini. Salam salut bagi para konsumen ponsel yang telah sukarela mematikan HP-nya. Tunggu gebrakan dari kami selanjutnya. Kami akan terus melakukan gerakan kemanusiaan, because we are the voice of humanism.**[harja saputra]

Komentar

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]