Connect with us

Satpam Gedung Kompas Ini Aneh bin Ajaib

Unik

Satpam Gedung Kompas Ini Aneh bin Ajaib

Ilustrasi: harjasaputra.com

Ini cerita nyata, tidak direka-reka. Dijamin ori bukan KW.

Ceritanya begini. Waktu menghadiri undangan FGD dari Admin Kompasiana (11/1/2013), saya bertiga bersama Kompasianer Arif Subagor dan Mas Eka datang ke kantor Kompas di Palmerah. Aneh bin ajaib, cetar halilintar membakar pokoknya.

Apa aneh dan cetarnya? Ternyata satpam Kompas galaknya minta ampun. Melebihi galaknya satpam DPR yang ada di seberang gedung Kompas. Bahkan bukan hanya galak, tapi cetarnya yaitu, tak tahu Kompasiana.

Bayangkan coba. Satpam Kompas tapi pas nanya pada waktu mau parkir, “Mau kemana mas?” Dijawab sama saya, “Kompasiana pak”.

Jawaban satpam ini yang bikin geli, “Kompasiana gak ada di sini”. Heran, terdiam sejenak. Saya bukan sekali ini ke Kompasiana. Sudah pernah 2 kali sebelumnya. Masa iya salah. Gak mungkin, orang kantorku juga di seberang kompas kok.

“Ke Kompasiana pak”, tegas saya sekali lagi, pikirku mungkin saja satpamnya ga dengar. Keukeuh satpamnya bilang. “Ga ada pak”.

Heran campur geli, lalu bilang, “Kompas.com deh”.

“Ooooh kompas.com di lantai 5″, jawab satpamnya sambil ketus dan memberikan tiket parkir.

Sambil memasukan gigi perseneling mobil dan berlalu pelan menuju parkiran, saya bilang, “Pak..pak..masa Kompasiana aja gak tahu”..

Entah kenapa satpam itu saya lihat di kaca spion marah-marah dan geram sambil terlihat menendang marka pembatas jalan. Dia pun teriak-teriak, gak tahu ngomong apa.

Ternyata parkiran di depan gedung Kompas penuh. Balik lagi ke pos satpam yang tadi, maksudnya mau menuju parkiran di samping gedung. Dihadang sama dia. Saya pun menyerahkan kembali kartu parkir.

Sambil terima kartu parkir, satpam itu (lupa namanya siapa..Tri tri gitu deh) nanya sambil nyolot, “Tadi ngomong apa?”.

Saya ga bisa jawab, nggak ngerti maksud pertanyaan satpam yang marah-marah ini.

“Kompasiana pak..”, jawab saya.

Sambil melotot, jawaban satpam ini yang cetar “Kompasiana bahasa apa. Apa artinya?”…Tueeeeeenngggg..

Saya mulai emosi. Saya diam, dia liat saya sambil melotot, saya juga liat dia. Mau digebok juga nih orang rupanya.

Untung saja mas Eka bilang, “Diundang sama mas Rob Januar, kompas.com pak”, sambil mas eka nunjuk ke gedung Kompas. Padahal kalau gak disela sama mas Eka saya mau damprat juga itu satpam. Bilang kompasiana dari tadi disangkanya mungkin ngata-ngatain dia.

Ternyata oh ternyata, satpam kompas galak dan anehnya melebihi satpam DPR. Satpam DPR yang kata orang galak-galak, ga gitu-gitu amat.

Nyeletuklah mas Eka dan mas Arif, “Ranking sih boleh Kompasiana sedunia ke-28 mengalahkan situs-situs papan atas, tapi di kantor sendiri satpam pun tidak kenal”..hehehe.**[harjasaputra]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

To Top