Connect with us

Unik

Wikileaks Bongkar Kembali 500 Ribu Pesan Pager Peristiwa 911

Published

on

Illustrasi: wikileaks.org

Dari pukul 03:00 dini hari pada Minggu 11 September, 2011 sampai 03:00 dini hari berikutnya (US east coast time), WikiLeaks merilis ulang lebih dari setengah juta teks yang disadap dari pesan pager selama 24 jam: sebelum dan sesudah peristiwa 11 September 2001.

Pesan pager tersebut dirilis secara “live” untuk masyarakat global yang disinkronisasi sesuai dengan waktu dikirimnya. Pesan pertama adalah dari 03:00 dini hari 11 September 2001, lima jam sebelum serangan pertama, dan yang terakhir 24 jam kemudian (03.00 dini hari 12 September 2001).

Pager teks yang disadap Wikileaks dilakukan oleh orang-orang pemerintahan yang memiliki kapasitas resmi, dari Pentagon, FBI, FEMA dan New York Police Department ke komputer di bank-bank investasi dalam World Trade Center.

Arsip tersebut, menurut Wikileaks, adalah catatan benar-benar obyektif berdasarkan data valid. Wikilieaks dalam keterangannya mengatakan, berharap bahwa hal ini dilakukan sebagai entri catatan sejarah dan mengarahkan pemahaman bahwa peristiwa itu penyebab dari banyak kematian, oportunisme dan awal peperangan.

Dokumen dari Wikileaks itu sempat membuat heboh dunia pemberitaan media massa pada tahun 2009 ketika dokumen rahasia itu dibuka kepada publik pada 9 September 2009. Dan kini dirilis kembali sebagai bukti valid untuk menelusuri jejak siapa pelaku dari peristiwa yang menewaskan lebih dari 3000 jiwa (ada yang mengatakan 5000 jiwa).

Dokumen asli dari rekaman pager pada hari tersebut tidak dimuat semua oleh Wikileaks, hanya ratusan pesan saja. Wikileaks menyebutnya, bahwa saat ini websitenya dalam kondisi “High attack”. Ada apa? Saya tidak tahu, tapi itulah bunyi pesan yang tercantum di wikileaks.org. Dan di saat mau mendownload full arsip, webnya diarahkan ke port IRC Client.

Seperti komentar saya di tulisan salah seorang Kompasianer yang menulis tentang Peristiwa Runtuhnya WTC: Mengagumi Cara Busuk Amerika Memainkan Opini Dunia, bahwa realitas itu dibentuk, tidak otonom. Tidak ada realitas atau fenomena yang benar-benar murni aksidental. Pertanyaannya: siapa yang membentuk realitas 911 itu? Banyak versi. Kebenaran yang diyakini massal dan dikomunikasikan secara masif pembentuk realitas itu adalah “Teroris”. Tetapi apakah betul? Tidak ada kebenaran absolut. Terbuka penafsiran yang luas, karena seperti Jerry Gray yang menulis fakta lain tentang peristiwa 911, juga komentar Ahmadinejad di kampus AS taun lalu. Sama halnya seperti peristiwa Holocaust yang diyakini betul, padahal belum tentu betul. Hanya Tuhan yang tahu yang sebenarnya. Manusia berpendapat sesuai dengan pemahaman. Sah-sah saja untuk menilai. Mungkinkah itu karena Amerika sedang terhuyung-huyung, ekonominya hampir ambruk, sehingga butuh resources yang banyak? Bisa jadi ya bisa jadi tidak.

Fakta dari pesan-pesan yang dirilis kembali oleh Wikileaks hari ini bisa menjadi antitesis dari opini yang dibentuk saat ini. Wikileaks merekam pesan-pesan di antaranya hanya butuh waktu 20 menit saja sejak pesawat menabrak gedung WTC jari-jari pihak pentagon, polisi, dan warga AS sudah membentuk nama Al-Qaida sebagai pelaku. Padahal belum diselidiki. Luar biasa. Banyak lagi pesan-pesan pager lainnya, misalnya, di pagi hari sekitar pukul 07-an waktu setempat ada pesan yang sudah melarang istrinya untuk tidak keluar rumah karena bakal ada kerusuhan. Dari mana dia tahu? Silahkan tebak sendiri. Inilah konspirasi dunia yang membuat heboh dari tahun ke tahun.

Bagaimana Anda menyikapinya? Silahkan berpendapat, karena pemahaman tidak ada yang salah.**[harja saputra]

—————–

Sumber: http://911.wikileaks.org/, diakses pukul 10.00 WIB, 09 September 2011

Untuk sebagian dokumen-dokumen teks pager dari pukul 03.00 – 03.04 (09 September 2001) dapat dilihat di: http://911.wikileaks.org/files/messages_2001_09_11-03_00_2001_09_11-03_04.html

Keterangan tambahan bisa dibaca di: http://www.guardian.co.uk/media/2009/nov/25/wikileaks-publishes-messages-9-11

 

Komentar

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

Advertisement