Connect with us

Benarkah Gender Mempengaruhi Perbedaan Prestasi Kerja?

Riset

Benarkah Gender Mempengaruhi Perbedaan Prestasi Kerja?

Ilustrasi: isyraq.files.wordpress.com

Mengenai isu gender, yaitu isu adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam masalah kemampuan dalam bekerja, telah menjadi isu yang banyak diperbincangkan. Berbagai penelitian banyak meneliti masalah ini.

Mengenai isu gender, yaitu isu adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam masalah kemampuan dalam bekerja, telah menjadi isu yang banyak diperbincangkan. Berbagai penelitian banyak meneliti masalah ini.

Secara definisi mengenai gender, Chan dan Downing (Multicultural Education & Technology Journal, 2008:4) mengatakan:

”Gender is psychologically and socially constructed upon a biological base. Consequently, arguments rage about whether “gender” or “sex” is the most appropriate term for distinguishing males from females. Some authors prefer to use the term “gender” when referring to female-male differences that are social in origin and “sex” when referring to differences that are biological in origin. However, the term “gender” has come into more widespread use in recent years and is commonly used in conjunction with social, psychological and self-categorisations that do not preclude the biological sex category of the individual.”

Dari pendapat Chan dan Downing di atas, dapat dikatakan bahwa gender adalah atribut sosial mengenai laki-laki dan perempuan berdasarkan faktor psikologi dan sosial daripada pengertian “sex” yang lebih bermakna perbedaan laki-laki dari segi biologis.

Pendapat yang sama dikemukakan oleh Maldonado (Journal of Academy of Marketing Science Review, 2003:1) yang mengatakan:

“Looking at gender identity through a social identity perspective provides a broader approach to understanding the influence of gender. Concepts of gender are developed in a social context that influences the values and meanings associated with that membership group”.

Dari pendapat Maldonado di atas, dapat dikatakan bahwa melihat identitas gender melalui perspektif identitas sosial memberikan pendekatan yang lebih luas untuk memahami pengaruh dari gender. Konsep gender dibangun dalam konteks sosial yang mempengaruhi nilai dan makna yang berhubungan dengan keanggotaan dalam sebuah kelompok.

Biehl (Gender in Management: An International Journal, 2008:522) mengatakan:

”Female and male executives and other employees are assumed to enact, actualise and reproduce leadership roles and professional parts in the context of organisations which are typically gendered in terms of masculine behaviour and other patterns of dominance.”

Dari pendapat Biehl di atas, dapat  dikatakan bahwa eksekutif perempuan dan laki-laki dan pegawai lainnya dituntut untuk berpartisipasi, mengaktualisasikan diri dan memimpin dalam konteks organisasi, yang terdapat konsep gender sebagai lawan dari sikap maskulin, yaitu perilaku dominasi laki-laki dan dominasi lainnya.

Dari berbagai pengertian gender di atas, dapat disimpulkan bahwa gender merupakan arti perbedaan laki-laki dan perempuan yang bersifat  sosial. Gender juga dapat diartikan dengan jenis kelamin, namun hal ini lebih dekat ke pengertian sex.

Penelitian Subhash Kundu dan Sunita Rani (Journal Industrial Management & Data Systems, 2007:1366) yang meneliti masalah gender kaitannya dengan tingkat percaya diri dan prestasi kerja (perbedaan dalam tingkat percaya diri klik Di sini). Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal tingkat percaya diri, namun tidak terdapat perbedaan dalam prestasi kerja.

Penelitian yang lain dilakukan oleh Igbaria (Journal MIS Quarterly, 1995:108) yang meneliti mengenai pengaruh gender terhadap prestasi kerja. Ia menemukan bahwa laki-laki lebih tinggi prestasi kerjanya dibanding perempuan.

Hasil penelitian lain menemukan yang sebaliknya, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ali dan Davies (Journal of Occupational and Organisational Psychology, 2003:381) yang meneliti mengenai pengaruh usia dan gender terhadap prestasi kerja. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan prestasi kerja antara laki-laki dan perempuan, perempuan lebih memiliki prestasi kerja yang lebih tinggi dibanding laki-laki.**[harja saputra]
———————-

Sumber:

Ali, Hasan dan Davies, D. Roy, The Effect of Age, Sex, and Tenure on The Job Performance of Rubber Tappers, Journal of Occupational and Organisational Psychology, Vol.23, 2003.
Biehl, Brigitte. The performance of women and men in organisations: a theatre studies approach, Gender in Management: An International Journal, Vol. 23 No. 7, 2008.
Downing, Kevin and Chan, Sui-Wah. Measuring gender differences in cognitive functioning, Multicultural Education & Technology Journal, Vol. 2 No. 1, 2008.
Igbaria, Magid. The Impact of Job Performance Evaluations on Career Advancement Prospects: An Examination of Gender Differences in The IS Workplace, Journal MIS Quarterly, 1995.
Subhash C. Kundu and Sunita Rani, Human resources’ self-esteem across gender and categories: a study, Journal Industrial Management & Data Systems, Vol. 107 No.9, 2007

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: me@harjasaputra.com

KOMENTAR

To Top