Connect with us

Minum Minuman Bersoda Tingkatkan Resiko Serangan Jantung

Riset

Minum Minuman Bersoda Tingkatkan Resiko Serangan Jantung

Ilustrasi: saqy.blogspot.com

Bagi yang suka minuman bersoda sepertinya hasil penelitian berikut harus menjadi perhatian. Sebuah studi dipublikasikan pada pertengahan bulan Maret 2012 di Jurnal Circulation, jurnal yang dipublikasikan oleh asosiasi ahli jantung terkemuka di Amerika, American Heart Association.

Minuman bersoda seperti diketahui memiliki kandungan nol kalori, sehingga dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. Bukan hanya itu, studi baru menunjukkan minuman ini juga dapat membahayakan jantung, meskipun secara fisik mungkin badannya kurus atau normal (tidak kegemukan) tetapi dampak soda bagi jantung sangat nyata.

Bagi yang suka minuman bersoda sepertinya hasil penelitian berikut harus menjadi perhatian. Sebuah studi yang dipublikasikan pada pertengahan bulan Maret 2012 di Jurnal Circulation, jurnal yang dipublikasikan oleh asosiasi ahli jantung terkemuka di Amerika, American Heart Association.

Minuman bersoda seperti diketahui memiliki kandungan nol kalori, sehingga dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. Bukan hanya itu, studi baru menunjukkan minuman ini juga dapat membahayakan jantung, meskipun secara fisik mungkin badannya kurus atau normal (tidak kegemukan) tetapi dampak soda bagi jantung sangat nyata.

Penelitian ini tidak main-main sehingga validitasnya sangat tinggi. Diikuti oleh 43.000 orang selama 22 tahun. Ditemukan bahwa bagi yang biasa minum satu 12-ons (sekitar 1 gelas) minuman soda atau minuman lain yang mengandung pemanis buatan per hari, 20% lebih mengalami serangan jantung dibanding pria yang tidak minum soda.

Para peneliti tidak memperoleh korelasi signifikan antara obesitas atau berat badan saja dengan serangan jantung. Mereka memperhitungkan indeks massa tubuh pria bersama dengan kebiasaan makan mereka, tingkat olahraga, riwayat keluarga penyakit jantung, dan faktor lainnya. Tetapi, yang memiliki pengaruh signifikan adalah kebiasaan meminum soda atau minuman yang mengandung gula/pemanis buatan (sugary beverage consumption).

“Minuman bersoda tampaknya menjadi faktor risiko independen untuk penyakit jantung," kata Frank Hu, MD, seorang profesor gizi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health, di Boston.

Ada pemahaman salah selama ini, bahwa minuman diet dengan pemanis buatan tidak terkait dengan serangan jantung, seperti yang diungkapkan dalam beberapa hasil penelitian sebelumnya.

Beberapa faktor selain berat badan—atau mungkin kombinasi faktor–dapat menjelaskan temuan ini. Sebagai contoh, minuman manis dikaitkan dengan minuman yang mengandung trigliserida tinggi atau kolesterol yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung tanpa diiringi dengan obesitas.

Minuman manis juga diyakini berpengaruh pada peradangan, yaitu mempengaruhi kekebalan tubuh sebagai faktor risiko utama penyakit diabetes. Selain itu, minuman soda juga dihubungkan dengan penimbunan lemak di perut yang dapat meningkatkan resiko pria dari serangan jantung.

Sampel darah diambil dari sekitar 40% pria selama penelitian didukung beberapa hipotesis. Pria yang mengkonsumsi minuman manis setidaknya sekali sehari memiliki kadar trigliserida tinggi, kadar HDL rendah dan lainnya, sebagai faktor yang membahayakan jantung.

Temuan penelitian ini menguatkan pula penelitian serupa yang dilakukan terhadap wanita, yang dilakukan oleh Nurses Health Study. Inti dari hasil penelitian tersebut, baik terhadap pria maupun wanita, adalah bahwa minuman manis berhubungan dengan obesitas, diabetes, dan masalah metabolisme lain. Ini menambah bukti lebih lanjut bahwa minuman manis (soda atau yang mengandung pemanis buatan) merugikan kesehatan kita.**[harja saputra]

Sumber: health.com

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Baca selengkapnya

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

Terbaru

Populer

To Top