1. Skip to Main Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
Web Design Modified:Monday 19 March 2012, 13:52

Behind The News: “4000 Wisatawan Rusia Ramaikan Lombok”

Thursday, 24 November 2011 19:14 Published in Nasional

Kompas.com, Rabu (16 November 2011) merilis satu berita berjudul: “Wisatawan Rusia Ramaikan Lombok“.  Pelita Online pun memberitakan liputan yang sama dengan judul: “Lombok Kedatangan 4.000 Wisatawan asal Rusia“.


Blogger Kompasiana Ini Membantuku Menjadi News Maker

Monday, 07 November 2011 06:36 Published in Komunikasi

Sudah tiga kali rilis yang penulis kirim dimuat di media cetak Lampung Post, media ternama di wilayah Lampung. Pertama tanggal 13 Oktober 2011, kedua tanggal 15 Oktober, dan ketiga kemarin (05 November 2011). Ketiganya memuat tentang statement penulis mengenai kasus pencurian pulsa (akhirnya saya menemukan personal branding saya ternyata di bidang ini meskipun tak direncanakan). Tentunya, jika muncul di edisi cetak juga pasti termuat di edisi online lampungpost.com


Pewarta dan Blogger Jenis Tukang Pos Vs Imajinator

Saturday, 17 September 2011 18:00 Published in Komunikasi

Tukang pos memiliki aktivitas mengantarkan pesan, apakah itu surat atau barang, dari banyak orang kepada penerimanya. Tidak boleh dikurangi atau ditambahkan. Tidak ada tindakan apapun terhadap pesan yang diterima oleh tukang pos selain mengantarkan pesan tersebut kepada si penerima. Jika tukang pos memiliki gerak aktif, dalam arti ikut campur tangan terhadap pesan yang diterimanya, maka ia bukan lagi disebut tukang pos.


Berkata Jujur Sebetulnya Berbohong

Saturday, 27 August 2011 08:18 Published in Komunikasi

Dalam berkomunikasi, setiap orang tidak bisa terlepas dari penggunaan tanda-tanda (signs). Tanda-tanda dalam berkomunikasi bahkan memunculkan ilmu baru, yaitu ilmu semiotika, sebagai suatu ilmu yang berfungsi untuk menganalisis tanda-tanda dari proses komunikasi. Karena tanda tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan budaya.


Bagaimana Cara Menganalisis Berita?

Friday, 12 August 2011 23:34 Published in Komunikasi

Informasi yang diperoleh dari suatu berita hinggap di memori otak kita bersifat memory jangka pendek (Short Term Memory / STM). Namun berita juga dapat menjadi memori jangka panjang jika berita yang menginformasikan suatu peristiwa dilakukan dengan frekuensi tinggi, terus diulang-ulang dengan durasi yang tinggi pula.


Polusi Berita

Sunday, 31 July 2011 14:57 Published in Komunikasi

Polusi bukan hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga sudah melebar ke dunia jurnalisme dan informasi. Jakob Nielsen pada tahun 2003 pernah menulis sejumlah artikel mengenai “polusi informasi” (information pollution). Polusi informasi adalah efek kontaminasi dari arus informasi yang tidak relevan, informasi yang berlebihan, dan rendah-nilai. Penyebaran informasi yang tidak berguna dan tidak diinginkan dapat memiliki efek yang merugikan pada aktivitas manusia. Hal ini dianggap salah satu efek buruk dari revolusi informasi (ringkasan gagasan Jakob Nielsen dapat dilihat di link ini).


Berita adalah Hipotesis

Tuesday, 05 July 2011 16:39 Published in Komunikasi

Isu-isu politik memang selalu “seksi”, menarik untuk ditatap dan diperbincangkan dalam berbagai perspektif. Keseksian isu politik terletak pada hal-hal yang kelihatan terbuka dan keminimannya. Isu politik yang terbuka adalah yang mengemuka di permukaan tetapi tidak tertarik pada realitas yang lebih dalam, yang bisa jadi berbeda dengan apa yang ada di permukaan. Mata manusia pasti selalu terpikat pada hal-hal yang terbuka, karena menggugah hasrat sensasi. Padahal, kalau “digauli” secara intim lebih dalam seringkali tak seindah sensasinya. Isu politik yang terbuka menunjuk ke bad news. Bad news selalu seksi karena sangat terbuka. Bad news is good news, good news is bad news.


Jurnalisme Sampah

Monday, 27 June 2011 06:36 Published in Komunikasi

Jurnalisme, baik reportase maupun opini, bukan penilaian sepihak apalagi bermaksud menyebarkan kebencian. Jurnalisme harus sesuai dengan konsep dasar 5W + 1H:

1. Harus dilihat apa yang terjadi. Dalam mendeskripsikan apa yang terjadi, harus dilihat secara berimbang, istilahnya cover both side. Hal ini untuk menghindari bias subyektivitas dari pewarta berita.