Maaf, Saya Blogger Merah
Ketika menulis dianggap sebagai profesi seperti wartawan, maka itu namanya “kuli tinta”, atau jika blogger “kuli traffic”. Atau, dalam bahasa lain “Penulis Hitam” (hitam bukan maksudnya merujuk ke konotasi jahat, tetapi merujuk ke warna tinta atau tulisan di web yang rata-rata berwarna hitam).
Blogger Kompasiana Ini Membantuku Menjadi News Maker
Sudah tiga kali rilis yang penulis kirim dimuat di media cetak Lampung Post, media ternama di wilayah Lampung. Pertama tanggal 13 Oktober 2011, kedua tanggal 15 Oktober, dan ketiga kemarin (05 November 2011). Ketiganya memuat tentang statement penulis mengenai kasus pencurian pulsa (akhirnya saya menemukan personal branding saya ternyata di bidang ini meskipun tak direncanakan). Tentunya, jika muncul di edisi cetak juga pasti termuat di edisi online lampungpost.com
Menjadi Murid Pertama Dari Tulisan Sendiri
Tak terasa, sudah lebih dari 200 tulisan ter-publish baik di blog Kompasiana maupun di blog Voice of Humanism dan blog wordpress. Saya menulis umumnya rutin 1 hari 1 tulisan, bahkan bisa lebih. Awalnya menulis saja motifnya. Tak lebih dari itu. Tetapi namanya manusia tak dapat dipungkiri memiliki sifat yang berubah-ubah. Begitu juga dalam menulis. Tak mudah untuk menentukan tujuan dari menulis. Tujuan dari setiap penulis saya yakin selalu berganti-ganti. Apalagi menulis di Kompasiana yang memiliki jumlah member delapan ribu lebih.
Gerakan Nasional Matikan Ponsel Berawal Dari Sini
Menulis di blog bisa menjadi isu nasional, bahkan mendunia. Bukan bermaksud mau pamer atau menyombongkan diri. Saya di sini tidak akan berteori, langsung memaparkan kenyataan beserta data-datanya.
Hak Dalam Berkomentar di Forum dan Blog
Mencermati polemik di Kompasiana masalah hapus-menghapus komentar yang ditulis oleh dua Kompasianer, OMT dan Adi Supriadi yang cukup hangat. Saya mau ikut dalam pusaran polemik ini, bukan bermaksud lebih memperkeruh, bukan juga untuk mendamaikan karena saya bukan utusan Dewan Keamanan PBB. Saya hanya mengikuti saran dari penulis bahwa tulisannya adalah untuk memunculkan tulisan lain. Tulisan dibalas dengan tulisan. Maka, inilah cara pandang saya terhadap masalah menghapus tulisan.
Beberapa Teknik Dalam Ngeblog
Ngeblog adalah aktivitas berbagi ide, pengalaman, maupun mengungkapkan apapun dengan cara menulis di media online. Dengan kata lain, ketika ngeblog maka seseorang sesungguhnya sedang melakukan self disclosure kepada orang lain. Self disclosure dapat diartikan sebagai komunikasi yang berhubungan dengan diri sendiri. Salah satu ciri pengungkapan diri adalah timbal-balik, artinya pengungkapan diri seseorang memungkinkan pihak lain akan mengungkapkan dirinya juga.
Pewarta dan Blogger Jenis Tukang Pos Vs Imajinator
Tukang pos memiliki aktivitas mengantarkan pesan, apakah itu surat atau barang, dari banyak orang kepada penerimanya. Tidak boleh dikurangi atau ditambahkan. Tidak ada tindakan apapun terhadap pesan yang diterima oleh tukang pos selain mengantarkan pesan tersebut kepada si penerima. Jika tukang pos memiliki gerak aktif, dalam arti ikut campur tangan terhadap pesan yang diterimanya, maka ia bukan lagi disebut tukang pos.
Cintai Server Dalam Negeri: Seputar Menulis di Blog dan Website
Menulis ibarat air, ia menyesuaikan dengan media penampungnya. Air jika diisi ke media gelas maka akan berbentuk gelas, sedikit isinya tetapi bisa digunakan untuk minum menghilangkan dahaga. Jika diisi ke media yg lebih besar seperti ember, bak air, kolam dan sebagainya fungsinya pun berbeda. Dapat digunakan untuk mandi, menyiram tanaman, bahkan menjadi tempat hidup dari makhluk hidup seperti ikan, katak, tumbuhan, dan sebagainya. Air juga bisa menjadi eksklusif, didekati hanya untuk tujuan tertentu, air teh adalah air yg bercampur dengan teh dan dimanfaatkan jika manusia ingin minum teh, air kopi juga demikian, dan air-air yg bercampur dengan senyawa lainnya.
Cara Atasi Tulisan dari Kejahatan Copas
Copy Paste suatu tulisan tanpa mencantumkan link atau sumber adalah suatu kejahatan, termasuk dalam budaya laten plagiarisme. Saya sendiri sudah sering menjadi korban budaya copy paste ini. Tulisan saya bersama seorang teman yang dipublish di blog http://harjasaputra.wordpress.com tentang “Faktor-faktor Penyebab Prostitusi (Sebuah Penelitian di Warung Remang-remang Desa Pondok Udik, Parung, Bogor)” sudah melanglang-buana ke ratusan blog, website, dan skripsi-skripsi tentang tema serupa. Ada yang mencantumkan sumbernya, ada juga yang tidak.
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.