Sumpah Monas Anas: Perspektif Tabu Bahasa
“Sumpah Monas Anas” ramai diperbincangkan, baik di jagat twitter maupun di berbagai media lain. Hal ini menyusul statemen tegasnya Anas Urbaningrum, Ketum PD, di twitter bahwa “Kalau saya korupsi wisma atlit dan hambalang, satu rupiahpun, saya bersedia ditembak mati atau digantung di Monas”.
Kompas Ceroboh Menyimpulkan
Kompas, 1 Maret 2012, menjadikan headline di halaman pertama hasil persidangan yang menghadirkan saksi pada persidangan kasus Nazarudin. Terpampang besar dengan judul “Anas Terima Miliaran Rupiah“. Meskipun ada sisi cover both side pada judulnya dengan menampilkan statemen Anas di subjudul yang berbunyi “Anas Urbaningrum: Itu Dagelan, Bukan Kesaksian“. Tapi, judul besar itu jelas ceroboh.
Perspektif Lain Memahami Keterangan Angelina Sondakh
Ada beberapa hal yang misleading (salah arah) dalam melihat kesaksian Angelina Sondakh di persidangan Nazarudin. Entah kenapa kini fokus pembahasan jadi ke “kebohongan” Angie bukan pada substansi masalahnya.
Politik Uang: Budaya atau Kesalahan Sistem?
Isu yang lagi hot: Anas Urbaningrum semakin disudutkan. Kali ini berasal dari tubuh partai sendiri, khususnya “testimoni” dari beberapa pengurus DPD dan DPC yang mengaku menerima uang di saat Munas PD di Bandung. Jumlahnya antara 50 sampai 100 juta rupiah. Sejumlah kalangan menilai ini dapat dijadikan pintu masuk untuk “memecat” Anas dari kursi Ketum PD.
Anas Urbaningrum Tak Mungkin Lari
“Tidak ada legitimasi yang pernah gagal”, demikian menurut Machiavelli, filosof dan pakar kekuasaan. Machiavelli sering diidentikkan dengan teori-teori bagaimana mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara. Salah satu jargonnya yang terkenal adalah “Tidak ada kawan atau lawan yang abadi, kepentinganlah yang abadi”. Pemikirannya juga sering diidentikkan dengan “kelicikan”.
Catur Politik Anas Urbaningrum
Nun jauh di sana, di negeri Macedonia, salah satu kota di Yunani tahun 359 SM. Phillip yang masih berusia 24 tahun menjadi raja Macedonia. Ia berhasil mengalahkan Argaeus, ksatria utusan negeri Athena yang ingin menguasai negeri itu. Macedonia kala itu menjadi negeri impian yang ingin ditaklukkan oleh Athena karena bertanah subur sehingga diharapkan dapat mendukung supply jagung dan emas ke negeri Athena.
Di Balik Sikap Diamnya Anas Urbaningrum
Alkisah, tahun 1821 M menteri luar negeri Rusia, Capo D’Istria bermaksud membantu Yunani dalam memerangi Turki (Yunani waktu itu berada dalam kekuasaan Turki). Niatnya terganjal oleh seorang saja, yaitu Klemens von Metternich (menteri luar negeri Austria). Metternich adalah penggagas aliansi suci antara Rusia dan Austria, tujuan aliansi ini adalah untuk memproteksi Rusia menghancurkan Eropa. Misi Metternich adalah perdamaian di Eropa.
Peringati Hari Anti Korupsi Dengan Bom Tinja, Tindakan Moral Atau Amoral?
Beredar pesan melalui Blackberry Messenger Jumat, 9/12/2011, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi, kelompok Laskar Anti Korupsi mengancam datangi rumah Anas Urbaningrum dan menyerukan aksi “Lempar Bom Tinja” ke rumah Anas.
Wawancara Nazaruddin vs Wawancara Anas
Melanjutkan analisis penulis sebelumnya terhadap wawancara live Nazaruddin di Metro TV (19/07/2011) yang menganalisis beberapa kejanggalan, di antaranya penyebutan lokasi proyek atlet Ambalat atau Hambalang dan penyebutan jumlah angka yang berbeda-beda, kejanggalan ini pun diperkuat oleh bukti adanya Jingle Sari Roti pada saat wawancara live tersebut.
Kejanggalan-kejanggalan dalam Pemberitaan Wawancara Live Nazarudin di Metro TV
Media rupanya sudah tidak mengindahkan prinsip jurnalistik yang benar. Akurasi pemberitaan tidak lagi menjadi pegangan, hanya ingin buru-buru memberitakan sehingga melupakan kode etik jurnalistik.
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.