Gerakan Nasional Matikan Ponsel Berawal Dari Sini
Menulis di blog bisa menjadi isu nasional, bahkan mendunia. Bukan bermaksud mau pamer atau menyombongkan diri. Saya di sini tidak akan berteori, langsung memaparkan kenyataan beserta data-datanya.
Beragam Hasil Penelitian Mengenai Iklan Melalui SMS (Mobile Advertising)
Penelitian mengenai sikap terhadap iklan bergerak (mobile advertising) khususnya SMS telah banyak dilakukan oleh berbagai pakar dengan mengambil obyek penelitian yang beraneka ragam.
Talkshow Pencurian Pulsa di O Channel: Sepanggung Dengan Roy Suryo
Dulu saya pernah menulis satu posting di Kompasiana, judulnya “Roy Suryo Kalah Oleh Seorang Harja Saputra”. Posting tentang analisis saya mengenai HOAX penampakan hantu di mobil Saipul Jamil pasca kecelakaan. Saya lebih dulu bilang itu “Hoax” sebelum Roy Suryo mengatakan hal yang sama. Tulisan ini sempat menjadi Headline (HL) meskipun saya tidak mau jadi HL karena itu tulisan narsis. Nah, bagaimana jadinya kalau ternyata pagi ini saya “sepanggung” sama Roy Suryo?
Hari Ini 10 Operator Telekomunikasi Menghapus Semua Konten, dan Inilah Sikap Kami
Ada kabar baik, 10 operator telekomunikasi yang bergabung di Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) sepakat menghentikan sementara penawaran SMS premium yang efektif terhitung mulai 18 Oktober 2011 (hari ini) sampai batas waktu yang belum ditentukan (kata-kata batas waktu yang belum ditentukan ini nih yang membuat ragu konsumen). Langkah ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). (Sumber dari sini).
Abimanyu Sang Pakar IT Vs Penggagas Gerakan Matikan HP
Seorang pengunjung blog saya pagi ini berkomentar di salah satu tulisan menginformasikan satement Abimanyu Wachjoewidajat, yang biasa dipanggil Abah, di salah satu media online (ini linknya). Beliau adalah pakar IT. Dalam salah satu butir tulisannya ia membuat statement mengenai Gerakan Matikan HP sebagai berikut: “Timbul gerakan masyarakat yang mematikan ponsel selama jam 10 - 12 sabtu ini, yang justru tidak efektif dan penggagasnya mungkin tidak mengerti cara kerja SMS.”.
Inilah Analisis Dari Hasil Gerakan Matikan HP 15 Oktober 2011
Setelah dilakukan aksi damai pada waktu yang ditentukan, kami berpegang pada prinsip bahwa tidak ada hasil yang 100 persen berhasil dan tidak ada kegagalan yang 100% gagal. Kuncinya asal ada niat maka keberhasilan atau kegagalan itu adalah dua kemungkinan yang pasti. Tanpa ada gerakan maka tidak akan ada hasil. Sekecil apapun yang bisa diperbuat, lakukan. Karena hasil optimal adalah kumulatif, artinya kumpulan dari usaha-usaha yang boleh jadi kecil.
70 Juta Pengguna Akan Berpartisipasi Dalam Gerakan Mematikan HP
Gerakan mematikan HP terus bergulir dan sudah menjadi isu nasional. Ini dikemukakan oleh para wartawan yang mewawancari saya. Karena di mana-mana memperbincangkan tentang gerakan ini. Pesan-pesan melalui Blackberry Messenger, Twitter, FB, dan social media lainnya terus menghujani wall-wall, timeline, dan status ribuan orang bahkan jutaan. Sekali lagi ini bukan pengakuan sepihak, tapi testimoni dari banyak pihak.
Gerakan Matikan HP 15 Oktober 2011 (Versi Lengkap)
Berikut ini adalah tuntutan dan penjelasan dari butir-butir tuntutan kami (Konsumen Ponsel Indonesia dan Komunitas Voice of Humanism). Ini kami publish karena banyak pihak bertanya-tanya. Kenapa 2 jam, kenapa hari Sabtu, dan alasan-alasan lain.
Protes Bersama: Mari Matikan HP pada Tanggal 15 Oktober 2011
Setelah melihat langsung Rapat antara para Operator Seluler, BRTI, Kemenkominfo dan Komisi I di Gedung DPR-RI, 10 Oktober 2011, di mana para pemegang kebijakan ternyata tidak memiliki kebijakan untuk menangani kejahatan pencurian pulsa. Maka, dengan ini, kami menyerukan:
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.