1. Skip to Main Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
Web Design Modified:Monday 19 March 2012, 13:52

Jurnalisme Placebo, Pesan Palsu Efeknya Nyata

Thursday, 24 November 2011 19:52 Published in Komunikasi

Placebo dikenal luas di bidang kedokteran dan farmasi. Placebo adalah obat palsu, bentuknya mirip dengan obat asli. Placebo umumnya digunakan untuk menguji khasiat suatu obat. Ketika suatu perusahaan obat hendak menguji obat yang mereka ciptakan umumnya tahap terakhir adalah diujicobakan pada manusia. Maka dibuatlah 2 jenis obat: obat asli yang telah mereka formulasikan dan obat placebo yang miripnya sama tetapi kandungannya hanya berisi gula.


Iwan Piliang Ditawari 10 Trilyun?

Saturday, 27 August 2011 08:48 Published in Komunikasi

Menarik untuk mencermati tulisan dengan judul: ““Iwan Piliang Ditawari 10 Trilyun….“ yang ditulis oleh salah seorang Kompasianer yang berprofesi sebagai seorang Journalist Amatir (status Journalist Amatir bukan dari penilaian saya, tetapi dari pengakuannya sendiri yang tertulis nyata di profile penulisnya).


Polusi Berita

Sunday, 31 July 2011 14:57 Published in Komunikasi

Polusi bukan hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga sudah melebar ke dunia jurnalisme dan informasi. Jakob Nielsen pada tahun 2003 pernah menulis sejumlah artikel mengenai “polusi informasi” (information pollution). Polusi informasi adalah efek kontaminasi dari arus informasi yang tidak relevan, informasi yang berlebihan, dan rendah-nilai. Penyebaran informasi yang tidak berguna dan tidak diinginkan dapat memiliki efek yang merugikan pada aktivitas manusia. Hal ini dianggap salah satu efek buruk dari revolusi informasi (ringkasan gagasan Jakob Nielsen dapat dilihat di link ini).


Kejanggalan-kejanggalan dalam Pemberitaan Wawancara Live Nazarudin di Metro TV

Wednesday, 20 July 2011 00:18 Published in Parlemen

Media rupanya sudah tidak mengindahkan prinsip jurnalistik yang benar. Akurasi pemberitaan tidak lagi menjadi pegangan, hanya ingin buru-buru memberitakan sehingga melupakan kode etik jurnalistik.


Cikeas Kian Menggurita: Pil Pahit Demokrat

Sunday, 10 July 2011 19:04 Published in Parlemen

Hmmm..ini dia buku yang akan menjadi Headline koran-koran dan majalah di bulan Juli dan mungkin bulan-bulan ke depan. Karya George J. Aditjondro, Cikeas Kian Menggurita. Buku yang berisi “pil-pil pahit” bagi Demokrat, meneruskan buku sebelumnya dengan judul yang hampir sama: Gurita Cikeas. Buku terbaru yang terbit bulan Juni 2011 ini baru akan dilaunching Kamis besok (07/07/2011) di Yogyakarta.


Berita adalah Hipotesis

Tuesday, 05 July 2011 16:39 Published in Komunikasi

Isu-isu politik memang selalu “seksi”, menarik untuk ditatap dan diperbincangkan dalam berbagai perspektif. Keseksian isu politik terletak pada hal-hal yang kelihatan terbuka dan keminimannya. Isu politik yang terbuka adalah yang mengemuka di permukaan tetapi tidak tertarik pada realitas yang lebih dalam, yang bisa jadi berbeda dengan apa yang ada di permukaan. Mata manusia pasti selalu terpikat pada hal-hal yang terbuka, karena menggugah hasrat sensasi. Padahal, kalau “digauli” secara intim lebih dalam seringkali tak seindah sensasinya. Isu politik yang terbuka menunjuk ke bad news. Bad news selalu seksi karena sangat terbuka. Bad news is good news, good news is bad news.


Jurnalisme Sampah

Monday, 27 June 2011 06:36 Published in Komunikasi

Jurnalisme, baik reportase maupun opini, bukan penilaian sepihak apalagi bermaksud menyebarkan kebencian. Jurnalisme harus sesuai dengan konsep dasar 5W + 1H:

1. Harus dilihat apa yang terjadi. Dalam mendeskripsikan apa yang terjadi, harus dilihat secara berimbang, istilahnya cover both side. Hal ini untuk menghindari bias subyektivitas dari pewarta berita.


Terapi Melalui Menulis

Sunday, 29 May 2011 19:34 Published in Komunikasi

“Alkisah, ada seorang anak yang memiliki syndrome halusinasi. Ia sering dihantui bayangan-bayangan yang menakutkan. Bayangan itu bisa muncul kapan saja. Pagi, siang, sore dan malam. Anak itu merasa tersiksa karena tidak bisa makan-minum dengan normal, tidur pun susah karena terus dihantui bayangan-bayangan. Hingga badannya menjadi kurus dan terlihat oleh orang lain seperti anak yang terbelakang mental.

Orang tuanya sudah membawa anak itu ke berbagai rumah sakit tapi tidak membuahkan apa-apa. Lantas suatu hari mereka membawanya ke seorang profesor ahli otak. Setelah diterapi sang profesor memberikan sebuah jurnal pada si anak dan menyuruhnya untuk menulis setiap aktivitas yang dikerjakan pada jurnal tersebut. Si anak mengangguk, karena sebetulnya ia tidak terbelakang mental. Bisa komunikasi lancar meskipun seperti orang yang ketakutan.


Jurnalisme Gosip

Wednesday, 25 May 2011 10:02 Published in Komunikasi

Acara di TransTV pagi hari menampilkan hal yang paradoks: pukul 05.30-06.30 diisi dengan acara rohani (kuliah subuh) tetapi kemudian pukul 06.30 dilanjutkan dengan acara gosip. Paradoksal yang ada bersifat vertikal dan horisontal. Paradoksal vertikalnya adalah yang satu bernuansa langit dan satunya lagi sangat ke “dasar bumi”, menembus relung-relung kehidupan pribadi dari orang per orang. Bahkan tak jarang aib seseorang. Yang satu mengajarkan untuk menutupi aib, satunya lagi menunjukkan pembangkangan terhadap hal tersebut. Pemisah antara “surga” dan “neraka” dalam media memang sangat tipis.

Adapun paradoks horisontalnya adalah pada prinsip jurnalisme yang dianut oleh media tersebut. Rating kedua acara tersebut sangat tinggi. Keduanya termasuk acara yang diminati oleh pemirsa. Paradoks terjadi pada diri pemirsa: setelah menonton siraman ruhani lalu dilanjutkan memperbincangkan orang lain, artis-artis trtentu yang memiliki kasus.