Menulislah Sebelum Kau Dituliskan..
Orang zaman dulu, menurut hasil penelitian para pakar ilmu linguistik (kebahasaan), punya tradisi tidak mau memberikan namanya pada sembarang orang. Karena penyebutan nama dianggap akan mengundang bahaya keselamatan nyawanya. Ketika menyebut nama maka akan didengar oleh roh jahat. Ini berlaku pada banyak suku seperti di suku Apache (salah satu suku Indian Amerika), suku Nufoor (Papua Nugini), pada orang Alfoor di Poso, Sulawesi, dan pada orang Nias.
Memahami Komunikasi pada Anak
Anda punya anak bayi atau anak kecil yang sedang belajar bicara? Sungguh kenikmatan luar biasa di saat orang tua melihat anaknya sedang belajar bicara. Bagaimana kita melihat anak mencoba menyusun kata-kata. Dengan intonasi cadel, kadang berkata mengikuti orang dewasa bahkan dengan mimik bicara yang meyakinkan. Ekspresi anak dalam bicara bisa membuat orang tua mabuk kepayang.
Galau Di Mana-mana, Galau Kok Dipiara..
Kata “Galau” sekarang lagi trend. Di twitter saja, dalam waktu 1 menit ada lebih dari 100 orang yang menuliskan kata “Galau” di timeline-nya. Sepertinya ini dipicu oleh satu acara di salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan khusus berbagai ungkapan dengan kata kunci “Galau”. Padahal kegalauan bukan berarti positif tetapi kenapa bisa menyebar seperti penyakit menular? Aneh sekali.
Jurnalisme Placebo, Pesan Palsu Efeknya Nyata
Placebo dikenal luas di bidang kedokteran dan farmasi. Placebo adalah obat palsu, bentuknya mirip dengan obat asli. Placebo umumnya digunakan untuk menguji khasiat suatu obat. Ketika suatu perusahaan obat hendak menguji obat yang mereka ciptakan umumnya tahap terakhir adalah diujicobakan pada manusia. Maka dibuatlah 2 jenis obat: obat asli yang telah mereka formulasikan dan obat placebo yang miripnya sama tetapi kandungannya hanya berisi gula.
Hak Dalam Berkomentar di Forum dan Blog
Mencermati polemik di Kompasiana masalah hapus-menghapus komentar yang ditulis oleh dua Kompasianer, OMT dan Adi Supriadi yang cukup hangat. Saya mau ikut dalam pusaran polemik ini, bukan bermaksud lebih memperkeruh, bukan juga untuk mendamaikan karena saya bukan utusan Dewan Keamanan PBB. Saya hanya mengikuti saran dari penulis bahwa tulisannya adalah untuk memunculkan tulisan lain. Tulisan dibalas dengan tulisan. Maka, inilah cara pandang saya terhadap masalah menghapus tulisan.
Teknik Negosiasi (2): Tunjukkan Sedikit Kebodohan, Buat Lawan Emosi, dan Bermanuverlah
"Setiap orang menginginkan sesuatu tanpa memiliki ide bagaimana mendapatkan hal itu.Tetapi aku tahu apa yang aku inginkan dan karena hal lain yang layak yang aku persiapkan". (Prince Klemens von Metternich (1773-1859).
Berkata Jujur Sebetulnya Berbohong
Dalam berkomunikasi, setiap orang tidak bisa terlepas dari penggunaan tanda-tanda (signs). Tanda-tanda dalam berkomunikasi bahkan memunculkan ilmu baru, yaitu ilmu semiotika, sebagai suatu ilmu yang berfungsi untuk menganalisis tanda-tanda dari proses komunikasi. Karena tanda tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan budaya.
Belajar Mendengarkan
Mungkin kita menganggap bahwa mendengarkan itu gampang. Hanya memasang telinga untuk mendengarkan pembicaraan orang lain, atau jika dalam menulis hanya menyimak arah pembicaraan dalam tulisan. Tapi jangan salah, mendengarkan itu ternyata susah. Mungkin banyak orang yang pintar menjadi “pembicara”, tetapi belum tentu pintar menjadi “pendengar”. Banyak orang pintar menjadi penulis, tetapi belum tentu pintar menjadi penyimak tulisan yang baik.
Bahaya Mencari Jodoh Lewat Media Online
Dengan berkembangnya situs jejaring sosial banyak orang menggunakannya dengan berbagai motif, termasuk mencari pasangan, apakah sebatas kencan atau jodoh. Namun, mencari jodoh lewat media online penuh bahaya. Bahkan, seperti banyak diberitakan oleh media, tak jarang motif mencari jodoh berakhir dengan tindakan kriminal seperti kasus penculikan, pemerkosaan, dan kasus lain. Blackberry Messenger termasuk juga dalam kategori media online.
Jurnalisme Sampah
Jurnalisme, baik reportase maupun opini, bukan penilaian sepihak apalagi bermaksud menyebarkan kebencian. Jurnalisme harus sesuai dengan konsep dasar 5W + 1H:
1. Harus dilihat apa yang terjadi. Dalam mendeskripsikan apa yang terjadi, harus dilihat secara berimbang, istilahnya cover both side. Hal ini untuk menghindari bias subyektivitas dari pewarta berita.
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.