Pencurian Pulsa: Para Content Provider Bermasalah Tidak Mengaku Bersalah
“Tidak ada maling yang mau mengaku”, mungkin ungkapan itu cocok untuk menggambarkan sikap para Content Provider (CP) yang tetap bersikukuh pada pendiriannya, bahwa mereka adalah perusahaan jujur, sesuai prosedur, dan tidak mengetahui masalah yang diadukan konsumen.
Akankah Panja Pencurian Pulsa DPR Memihak Pada Konsumen?
Panitia Kerja (Panja) Pencurian Pulsa Komisi I DPR-RI hingga pertengahan Desember 2011 menggelar berbagai rapat dengan berbagai kalangan, baik dari pihak konsumen (Ferri Kuntoro), pemegang kebijakan (BRTI), asosiasi Content Provider (CP) maupun para operator. Tujuan panja ini salah satunya adalah untuk melakukan evaluasi atas maraknya kasus pencurian pulsa.
Hati-hati, Pencuri Laptop Kini Menyamar Sebagai Tukang Service!
Kejadian ini terjadi minggu kemarin, tepatnya hari Senin (21/11/2011). Sekitar pukul 15.00 WIB istri telpon menanyakan apakah betul saya menyuruh orang ambil laptop untuk diperbaiki. Kontan saja saya jawab tidak. Karena memang tidak pernah menyuruh siapapun untuk perbaiki laptop. Laptop setiap hari digunakan dan tak pernah gagal menjalankan fungsinya. Fine-fine saja. Toh kalau rusak sekalipun atau error tak pernah menyuruh orang lain, biasanya diperbaiki sendiri. Gini-gini juga dulu kerja sampingan saya adalah “Troubleshooter komputer” alias tukang service komputer.
[Sedot Pulsa] Konsumen Tolak SMS Iklan di HP Selamanya
Isu tentang pencurian pulsa kembali mencuat sejalan dengan Pembentukan Panja Pencurian Pulsa dari Komisi I DPR-RI. Rencananya tanggal 1 Desember 2011 akan dilakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Kemenkominfo dan BRTI terkait hal ini. Apa lagi yang akan dirapatkan? RDP itu sudah pernah dilakukan tanggal 10 Oktober 2011. Rapat ini yang diharapkan dapat menghasilkan kebijakan strategis tetapi hanya saling tuding satu sama lain. Berdasarkan ini maka lahirlah protes bersama dari Konsumen Ponsel Indonesia dalam bentuk Gerakan Matikan HP 15 Oktober 2011. Hanya lima hari setelah RDP diadakan. Kebetulan saya sebagai penggagas dan koordinator gerakan.
Kronologis Lengkap Penganiayaan Pada Pelapor Sedot Pulsa
Kisah tragis Hendry Kurniawan, korban penganiayaan gara-gara pelaporan sedot pulsa, bermula dari SMS Premium Reliji menjelang bulan suci Ramadhan lalu. SMS Reliji tetapi dilakukan dengan cara-cara menyimpang: menjebak dan ujung-ujungnya menyedot pulsa konsumen. Lintah digital yang bekerja secara profesional.
Telkomsel Kalah Dalam Persidangan: Iklan Blackberry Unlimited Menipu
Tribunnews.com (01/11/2011) menurunkan beritanya mengenai proses persidangan antara konsumen (pengadu) layanan Blackberry Telkomsel dengan teradu PT Telkomsel Wisma Mulia Jakarta cq Telkomsel Grapari Solo yang diwakili oleh lima orang pejabatnya (link berita di sini).
Konsumen Ponsel Indonesia Mengecam Penganiayaan terhadap Pelapor Pencurian Pulsa
Saya sebagai koordinator Komunitas Konsumen Ponsel Indonesia dan Komunitas Voice of Humanism yang telah melakukan gerakan protes bersama Matikan HP 15 Oktober lalu, pagi tadi mengirimkan pers release ke beberapa media online. Rilis tersebut untuk menanggapi pemberitaan tentang kasus penganiayaan yang menimpa Hendri Kurniawan. Ia bahkan sampai menderita kakinya retak akibat penganiayaan itu. (Berita dapat dilihat Di Sini)
Talkshow Pencurian Pulsa di O Channel: Sepanggung Dengan Roy Suryo
Dulu saya pernah menulis satu posting di Kompasiana, judulnya “Roy Suryo Kalah Oleh Seorang Harja Saputra”. Posting tentang analisis saya mengenai HOAX penampakan hantu di mobil Saipul Jamil pasca kecelakaan. Saya lebih dulu bilang itu “Hoax” sebelum Roy Suryo mengatakan hal yang sama. Tulisan ini sempat menjadi Headline (HL) meskipun saya tidak mau jadi HL karena itu tulisan narsis. Nah, bagaimana jadinya kalau ternyata pagi ini saya “sepanggung” sama Roy Suryo?
Hari Ini 10 Operator Telekomunikasi Menghapus Semua Konten, dan Inilah Sikap Kami
Ada kabar baik, 10 operator telekomunikasi yang bergabung di Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) sepakat menghentikan sementara penawaran SMS premium yang efektif terhitung mulai 18 Oktober 2011 (hari ini) sampai batas waktu yang belum ditentukan (kata-kata batas waktu yang belum ditentukan ini nih yang membuat ragu konsumen). Langkah ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). (Sumber dari sini).
Inilah Analisis Dari Hasil Gerakan Matikan HP 15 Oktober 2011
Setelah dilakukan aksi damai pada waktu yang ditentukan, kami berpegang pada prinsip bahwa tidak ada hasil yang 100 persen berhasil dan tidak ada kegagalan yang 100% gagal. Kuncinya asal ada niat maka keberhasilan atau kegagalan itu adalah dua kemungkinan yang pasti. Tanpa ada gerakan maka tidak akan ada hasil. Sekecil apapun yang bisa diperbuat, lakukan. Karena hasil optimal adalah kumulatif, artinya kumpulan dari usaha-usaha yang boleh jadi kecil.
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.