Penderitaan Pelapor Sedot Pulsa: Dari Diasingkan Hingga Penganiayaan
Rabu (09/11/2011) ada mampir di email saya satu pesan dari Hendry Kurniawan, korban penganiayaan gara-gara melaporkan ke polisi sedot pulsa yang dialaminya. Ia meminta untuk dihubungi ke nomor yang ia berikan. Rupanya ia tahu alamat email tersebut setelah membaca statement saya yang dilayangkan ke vivanews.com dan di-publish juga di Kompasiana, lalu mampir di blog pribadi yang tercantum alamat email saya di situ. Semua komentar di tulisan Kompasiana dibaca semua olehnya.
Dari Mana Pelaku Spammer Tahu Nomor HP Kita?
Kakak saya mengabari bahwa di lingkungan Kampus Unpad kini sedang geger masalah penipuan lewat SMS. Kebetulan ia alumni Unpad. Saya jadi penasaran, kok sekarang penipuan lewat SMS makin marak, profesional, dan segmented. Segera mencari info, dan benar saja, detikcom Bandung bahkan telah menurunkan banyak berita terkait kasus ini. Seorang mahasiswa Unpad menjadi korban, ia seakan dihipnotis dan uang 25 juta pun melayang, karena tak disadari olehnya ia telah mentransfer ke rekening seseorang (berita terkait isu ini dapat dilihat di link ini).
Telkomsel Kalah Dalam Persidangan: Iklan Blackberry Unlimited Menipu
Tribunnews.com (01/11/2011) menurunkan beritanya mengenai proses persidangan antara konsumen (pengadu) layanan Blackberry Telkomsel dengan teradu PT Telkomsel Wisma Mulia Jakarta cq Telkomsel Grapari Solo yang diwakili oleh lima orang pejabatnya (link berita di sini).
Jangan Katakan "IYA" Pada Penelpon yang Mengiming-imingi Hadiah Atau Anda Akan Terhipnotis!
Hati-hati bagi para pengguna HP atau telepon rumah. Berbagai modus penipuan kini marak terjadi. Bukan hanya SMS-SMS yang meminta kita mentransfer sejumlah uang ke rekening si pelaku, tetapi juga sudah berani menelpon dengan menghipnotis. Hanya dengan mengatakan "IYA", si korban akan terhipnotis dan akan menuruti apa yang disuruh oleh si pelaku.
Uang Warga 4 Milyard Raib Dibawa Kabur Bank Gadungan
Warga Desa Sukahaji, Majalengka, Jawa Barat harus merelakan uang tabungan mereka sebesar Rp. 4 Milyard lebih dibawa kabur oleh pengurus pengumpul tabungan warga. Uang sebesar itu adalah tabungan 2000 lebih warga Desa Sukahaji yang ditabungkan setiap hari untuk keperluan lebaran. Ulah nakal dari pengurus pengumpul tabungan itu mengakibatkan warga berlebaran seadanya.
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.