Rapat Paripurna DPR Putuskan Kenaikan BBM Ditunda
Rapat Paripurna DPR, Jumat (30/03/2012) memakan waktu sangat panjang. Dari pagi pukul 10.00 WIB berlarut sampai dengan pukul 01.00 WIB. Sungguh hari yang sangat melelahkan. Bagaimana tidak, demo di luar gedung DPR mengepung kawasan DPR hingga malam, belum lagi suasana rapat yang bertele-tele, hujan interupsi, ingin bicara semua, ribut di balkon, dan lainnya.
Politik Uang: Budaya atau Kesalahan Sistem?
Isu yang lagi hot: Anas Urbaningrum semakin disudutkan. Kali ini berasal dari tubuh partai sendiri, khususnya “testimoni” dari beberapa pengurus DPD dan DPC yang mengaku menerima uang di saat Munas PD di Bandung. Jumlahnya antara 50 sampai 100 juta rupiah. Sejumlah kalangan menilai ini dapat dijadikan pintu masuk untuk “memecat” Anas dari kursi Ketum PD.
"Cuci Gudang" Hasil Survey Politik yang Membingungkan
Dalam waktu yang sangat berdekatan, September-Oktober 2011 banyak bermunculan hasil survey dari lembaga survey–yang katanya–independen. Sebut saja penelitian yang dilakukan oleh Indobarometer, lalu ada hasil penelitian Lingkaran Survey Indonesia (LSI), kemudian muncul lagi hasil survey dari Jaringan Suara Indonesia (JSI), muncul juga hasil survey dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), ditambah lagi hasil penelitian dari Reform Institute. Hasilnya beda-beda. Membingungkan.
Perseteruan DPD, DPR, dan KPK: Dagelan Politik Machiavellian
"Singkirkan pertimbangan iman dan moral jika itu akan menghalangi untuk meraih kepentingan, dan dengannya kekuasaanmu akan terancam" (Niccolo Machiavelli).
Teknik Negosiasi (2): Tunjukkan Sedikit Kebodohan, Buat Lawan Emosi, dan Bermanuverlah
"Setiap orang menginginkan sesuatu tanpa memiliki ide bagaimana mendapatkan hal itu.Tetapi aku tahu apa yang aku inginkan dan karena hal lain yang layak yang aku persiapkan". (Prince Klemens von Metternich (1773-1859).
Teknik Negosiasi ala Yunani Kuno: Berkaca dari Keahlian Phillip Raja Macedonia
”Jika semua manusia baik, hal ini menunjukkan tidak harus menjadi baik lagi. Tidak ada legitimasi yang pernah gagal, ibarat seorang ratu yang bermaksud menunjukkan alasan yang dimengerti atas janji yang tidak akan ditepati..(Niccolo Machiavelli, The Prince, 1469-1572 M)."
Niccolo Machiavelli: Orang Suci Pelindung Kekuasaan
Selama hampir 5 dekade sejak meninggal dunia, Niccolo Machiaveli belum menjadi figur yang terkenal. Selama masa itu sedikit orang yang mengapresiasi kejeniusannya, tetapi kebanyakan mengasosiasikan Machiavelli dengan intrik dan sisi yang gelap. Lalu, pada akhir 100 tahun setelah dia meninggal, banyak yang memberikan tanggapan atas karyanya dan mengkaji nilai-nilai dari filsafat Machiavelli. Hal itu memiliki hubungan luar biasa dengan masyarakat modern yang telah muncul saat ini.
Meskipun Mendapat Asimilasi, Mbok ya Ojo Keluyuran di Mal Pak..!
Publik kembali dikagetkan dengan berita mengenai dipergokinya Misbakhun, salah satu politisi terpidana kasus LC bodong dari salah satu partai, di sebuah Mall (Rabu, 13/07/2011) sekitar pukul 14.00-an, tepatnya sedang makan bersama keluarganya di Rice Ball Ratu Plaza, Jakarta. Ia dipergoki oleh salah seorang wartawati Metro TV, ketika ditegur, dia dan keluarga langsung bergegas pergi (beritanya ada di sini).
Misbakhun bisa keluar dari penjara karena mendapat asimilasi, yaitu memiliki hak beraktivitas di luar penjara setelah menjalankan separuh masa tahanannya. Berbagai pandangan pun banyak dikemukakan, ada yang mengkritik, ada juga yang mengatakan itu sah-sah saja. Menkumham Patrialis Akbar, misalnya, mengatakan boleh-boleh saja ke mal selama masa asimilasi (sumber di sini) . Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan jangan menghukum karena asimilasi itu sudah haknya (sumber di sini).
Komentar George Aditjondro Atas Tulisan Saya di Kompasiana
Tulisan saya di Kompasiana (04/07/2011) mengenai ulasan singkat buku terbaru George J. Aditjondro, Cikeas Kian Menggurita, yang berjudul: “Cikeas Kian Menggurita: Pil Pahit Demokrat”, mendapat apresiasi sangat baik dari penulisnya sendiri. Dapat dilihat dari pesan lewat SMS kepada teman saya yang memforward tulisan yang ada di Kompasiana kepada beliau.
“Semut Senayan” Bicara tentang PNS
Permasalahan PNS merupakan isu yang kompleks, bukan hanya masalah pemborosan anggaran atau jumlahnya yang overload. Ada berbagai macam variabel yang harus dilibatkan dalam menganalisis masalah PNS ini. Sebagaimana prinsip dalam menulis dan berpendapat: akurat, akurat dan akurat, maka tidak sepantasnya menilai masalah PNS ini hanya dari pendekatan subyektif. Paradigma “pokoknya salah” adalah paradigma yang harus dijauhi.
-
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.