1. Skip to Main Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
Web Design Modified:Monday 19 March 2012, 13:52

Galau Di Mana-mana, Galau Kok Dipiara..

Monday, 19 December 2011 09:35 Published in Komunikasi

Kata “Galau” sekarang lagi trend. Di twitter saja, dalam waktu 1 menit ada lebih dari 100 orang yang menuliskan kata “Galau” di timeline-nya. Sepertinya ini dipicu oleh satu acara di salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan khusus berbagai ungkapan dengan kata kunci “Galau”. Padahal kegalauan bukan berarti positif tetapi kenapa bisa menyebar seperti penyakit menular? Aneh sekali.


Angka 11-11-11: Dari Makna Gerbang Neraka Hingga Angka Hoki

Friday, 11 November 2011 08:40 Published in Unik

Tergerak untuk mengetahui apa makna di balik angka 11-11-11. Bertepatan dengan tanggal hari ini. Jika dibilang angka ini hanya terjadi seumur hidup sekali, semua orang juga tahu itu. Apa bedanya dengan tanggal-tanggal yang lain? Semua tanggal hanya terjadi seumur hidup sekali. Tanggal 01-02-03 juga hanya terjadi seumur hidup sekali.


Metamorphoself: Revolusi Diri

Monday, 26 September 2011 21:56 Published in Filsafat

Dulu, pernah ada iklan di tahun 2006 dan sempat booming dengan mengusung tagline “METAMORPHOSELF”. Tulisan ini bukan untuk mengenang kembali iklan itu, karena saya bukan agen pengiklan. Saya tidak butuh uang dalam berbagi di blog. Semuanya saya share secara gratis. Tulisan ini mengangkat itu karena ada nilai-nilai yang penting di tagline itu.


Menyingkap Makna Rumah Tangga

Saturday, 23 July 2011 17:48 Published in Sosbud

“Dia statusnya apa ya? Masih bujang atau sudah berumah tangga?”

Dari pertanyaan di atas, kata rumah tangga memiliki arti identik dengan pernikahan, artinya sudah menikah atau sudah berkeluarga. Di Indonesia–dan mungkin hanya di Indonesia–pernikahan itu disebut dengan “Rumah Tangga”. Dulu saya sempat menulis makna filosofis dari kata “rumah tangga” ini di blog saya, di sini akan saya coba paparkan kembali dengan bahasa yang berbeda dan dilengkapi penjelasannya.


Faktor dan Efek Poligami Bagi Anak

Sunday, 03 July 2011 10:09 Published in Riset

Poligami sebagai fenomena sosial tidak hanya terjadi di Indonesia. Dalam sebuah penelitian komprehensif yang dilakukan oleh Elbedour dkk (2002-2007) menyebutkan bahwa poligami terjadi juga di 850 masyarakat di seluruh dunia, mayoritas dipraktekkan di etnis Non-Western dan dalam agama tertentu. Pernikahan poligami terbanyak terjadi di Afrika dan Timur Tengah.


Benarkah Wanita Lebih Tidak Pede Daripada Pria?

Monday, 27 June 2011 06:50 Published in Riset

Ada anggapan bahwa laki-laki adalah makhluk Tuhan yang lebih kuat daripada wanita. Bahkan banyak justifikasi, baik dari segi doktrin maupun budaya, laki-laki diutamakan daripada wanita. Jika lebih kuat dalam hal fisik pria harusnya lebih percaya diri dibanding wanita. Tetapi  tunggu dulu, betulkah seperti itu? Penelitian berikut ini menunjukkan fakta yang berbeda.


Bahaya Mencari Jodoh Lewat Media Online

Monday, 27 June 2011 06:48 Published in Komunikasi

Dengan berkembangnya situs jejaring sosial banyak orang menggunakannya dengan berbagai motif, termasuk mencari pasangan, apakah sebatas kencan atau jodoh. Namun, mencari jodoh lewat media online penuh bahaya. Bahkan, seperti banyak diberitakan oleh media, tak jarang motif mencari jodoh berakhir dengan tindakan kriminal seperti kasus penculikan, pemerkosaan, dan kasus lain.  Blackberry Messenger termasuk juga dalam kategori media online.


Memberi adalah Memberi

Sunday, 29 May 2011 22:23 Published in Sosbud

Fenomena pengemis, anak jalanan, anak yatim piatu dan orang-orang yang butuh uluran tangan merupakan realitas yang sering kita jumpai. Baik yang ada di jalan, perumahan, di panti-panti asuhan, maupun tempat lain. Ketika seseorang memberi kepada pengemis, misalnya, seringkali melihat terlebih dahulu kondisi fisiknya apakah benar-benar butuh bantuan atau hanya karena kemalasan. Sehingga tak jarang orang mengurungkan niat untuk memberi jika peminta-minta masih memiliki badan yang kuat yang seharusnya bekerja bukan meminta-minta. Perkataan ini pun sering dilontarkan, “Jangan jadi pemalas, lebih baik cari kerja daripada meminta-minta, toh badan masih kuat, muda, dsb”.


Terapi Melalui Menulis

Sunday, 29 May 2011 19:34 Published in Komunikasi

“Alkisah, ada seorang anak yang memiliki syndrome halusinasi. Ia sering dihantui bayangan-bayangan yang menakutkan. Bayangan itu bisa muncul kapan saja. Pagi, siang, sore dan malam. Anak itu merasa tersiksa karena tidak bisa makan-minum dengan normal, tidur pun susah karena terus dihantui bayangan-bayangan. Hingga badannya menjadi kurus dan terlihat oleh orang lain seperti anak yang terbelakang mental.

Orang tuanya sudah membawa anak itu ke berbagai rumah sakit tapi tidak membuahkan apa-apa. Lantas suatu hari mereka membawanya ke seorang profesor ahli otak. Setelah diterapi sang profesor memberikan sebuah jurnal pada si anak dan menyuruhnya untuk menulis setiap aktivitas yang dikerjakan pada jurnal tersebut. Si anak mengangguk, karena sebetulnya ia tidak terbelakang mental. Bisa komunikasi lancar meskipun seperti orang yang ketakutan.


Kiat Meniru Tuhan

Saturday, 28 May 2011 11:02 Published in Filsafat

Meniru Tuhan atau sedikitnya merasakan bagaimana Tuhan bertindak adalah mudah. Itu kita bisa telusuri dari kata cinta. Ada ungkapan yang sering dikemukakan dalam budaya Muslim ketika seseorang melakukan pernikahan. Yaitu ungkapan "sakinah, mawaddah wa rahmah".

Sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam. Sukun adalah kata bendanya. Sakinah dapat dimaknai dengan berhentinya pencarian cinta seseorang karena sudah mendapatkan pasangan yang tepat. Ibarat kapal yang menjatuhkan jangkarnya ketika merapat di pelabuhan setelah sekian lama mengarungi luasnya lautan. Dengan jangkar di dasar lautan berarti tandanya berhenti. Begitu juga dengan manusia. Seseorang yang menikah berarti telah menemukan pasangan yang tepat. Tetapi bisa sakinah bisa juga tidak. Jika dia diam dan tidak lagi mencari-cari pasangan selain yang sudah ia nikahi berarti dia sakinah karena pencarian cintanya sudah berakhir dan menambatkan seluruh perhatian dan cintanya pada wanita/pria yang menjadi pilihannya. Tetapi jika sudah menikah tetapi masih mencari-cari cinta dari yang lain lagi berarti belum sakinah, karena masih mencari cinta. Jangkar cintanya belum dilempar ke dasar lautan hati yang dicintainya. Maka sakinah diartikan juga dengan ketenteraman. Orang yang sudah menikah dan berhenti pencarian cintanya maka rumah tangganya akan tenteram. Tidak seperti yang suka selingkuh meskipun di rumah sudah ada cinta. Niscaya rumah tangganya akan seperti kapal pecah. Tidak ada ketentraman. Tidak sakinah.


Page 1 of 2