1. Skip to Main Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
Web Design Modified:Monday 19 March 2012, 13:52

Menusuk Orang Hanya Karena Angka Satu

Tuesday, 13 December 2011 11:23 Published in Polhukam

Penusukan kameraman dan satpam di saat shooting acara TV One menyisakan satu hal yang janggal. Menurut berita dari media online, pelaku penusukan (bernama Adil) melakukannya hanya karena TV One menggunakan simbol angka “1″. Itu diperoleh dari ucapan si pelaku yang menurut satpam yang mendengar dinilai stres. Omongannya dinilai ngawur.


Pengakuan Seorang "Atheis"

Friday, 30 September 2011 09:55 Published in Filsafat

Hari ini 30 September, diperingati hari Gerakan 30 September (G30S). Kata kunci hari ini adalah PKI, sebuah gerakan politik dari kaum komunis.


Doa Terpendek di Jagat Raya

Sunday, 18 September 2011 06:03 Published in Filsafat

Seorang ulama besar di daerah Lombok Timur pernah mengatakan, “Tahukah kalian doa apa yang paling pendek di muka bumi ini?”


4 Pertanyaan Keliru Seputar Tuhan

Friday, 16 September 2011 22:36 Published in Filsafat

Setelah 2 hari menjadi Hansip di Kompasiana mengkritisi tulisan-tulisan plagiat, kini saya akan ganti baju menjadi Aristoteles. Menepis beberapa kekeliruan dari banyak pertanyaan yang keliru jika kita berdiskusi atau berdebat tentang masalah Tuhan. Kita berangkat dari salah satu prinsip, bahwa “pertanyaan adalah separuh dari jawaban”. Jika pertanyaannya benar, maka akan melahirkan jawaban yang benar. Begitu juga sebaliknya.


Kiat Meniru Tuhan

Saturday, 28 May 2011 11:02 Published in Filsafat

Meniru Tuhan atau sedikitnya merasakan bagaimana Tuhan bertindak adalah mudah. Itu kita bisa telusuri dari kata cinta. Ada ungkapan yang sering dikemukakan dalam budaya Muslim ketika seseorang melakukan pernikahan. Yaitu ungkapan "sakinah, mawaddah wa rahmah".

Sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam. Sukun adalah kata bendanya. Sakinah dapat dimaknai dengan berhentinya pencarian cinta seseorang karena sudah mendapatkan pasangan yang tepat. Ibarat kapal yang menjatuhkan jangkarnya ketika merapat di pelabuhan setelah sekian lama mengarungi luasnya lautan. Dengan jangkar di dasar lautan berarti tandanya berhenti. Begitu juga dengan manusia. Seseorang yang menikah berarti telah menemukan pasangan yang tepat. Tetapi bisa sakinah bisa juga tidak. Jika dia diam dan tidak lagi mencari-cari pasangan selain yang sudah ia nikahi berarti dia sakinah karena pencarian cintanya sudah berakhir dan menambatkan seluruh perhatian dan cintanya pada wanita/pria yang menjadi pilihannya. Tetapi jika sudah menikah tetapi masih mencari-cari cinta dari yang lain lagi berarti belum sakinah, karena masih mencari cinta. Jangkar cintanya belum dilempar ke dasar lautan hati yang dicintainya. Maka sakinah diartikan juga dengan ketenteraman. Orang yang sudah menikah dan berhenti pencarian cintanya maka rumah tangganya akan tenteram. Tidak seperti yang suka selingkuh meskipun di rumah sudah ada cinta. Niscaya rumah tangganya akan seperti kapal pecah. Tidak ada ketentraman. Tidak sakinah.


Tumbal Budaya Pop

Wednesday, 25 May 2011 10:06 Published in Sosbud

Masih relevankah apa yang diajarkan di sekolah-sekolah mengenai “kebudayaan tradisional”? Masih adakah sesungguhnya budaya Sunda, budaya Jawa, budaya Aceh, budaya Sasak, dan sebagainya?

Pertanyaan-pertanyaan itu hampir mengganggu pikiranku setiap kali berkunjung ke beberapa daerah yang ada di Nusantara. Karena yang aku lihat adalah kukuhnya hegemoni budaya pop di sana-sini. Nona-nona Sunda, Jawa, dan sebagainya itu kini lebih bangga menghabiskan uangnya membeli tas kecil merk Louis Vuitton, celana Jeans “Levis”, makan di McDonald, belanja di Hypermarket, seluruh tubuhnya ibarat billboard iklan: dari atas ke bawah dihiasi merk-merk terkenal. Tak ketinggalan juga para prianya: menjadi penyokong dana dari gerakan revolusi untuk memburu barang-barang yang akan mereka tawan di rumah dan kamar-kamar indahnya.


Agama: Pemicu Konflik atau Pemersatu?

Monday, 16 May 2011 20:25 Published in Filsafat

Dalam blog saya di http://harjasaputra.wordpress.com pada saat memposting tulisan mengenai "Statistik Pemeluk Agama di Dunia" yang dikutip dari situs icc-jakarta.com (bulan Juli 2009), tempat penulis bekerja pada tahun tersebut. Responsnya luar biasa, dengan jumlah komentar lebih dari 100 komentar, baik komentar yang baik maupun makian atau bernada emosi pada pendapat orang lain.


Kebenaran Akal adalah Kebenaran Tuhan

Monday, 16 May 2011 07:24 Published in Filsafat

Terjadi diskusi yang hangat di kalangan Tenaga Ahli Komisi VI melalui Blackberry Messenger (BBM Group) pada tanggal 11 Mei 2011. Tenaga Ahli Komisi VI yang biasanya berdiskusi masalah ekonomi sebagai fokus kerja di komisi tersebut (BUMN, perdagangan, perindustrian, investasi, standarisasi, persaingan usaha, perlindungan konsumen, dan koperasi), namun pada hari itu meluas ke masalah filsafat. Diskusi melibatkan tenaga-tenaga ahli dari lintas fraksi yang ada di Komisi VI.

Awal diskusi diawali oleh posting dari salah seorang Tenaga Ahli (PM). Ia mengutip kisah sebagai berikut: