Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal secara garis besar merupakan kegiatan komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih, maka secara tidak langsung komunikasi interpersonal memegang peranan yang cukup penting dalam kehidupan manusia yang setiap harinya harus berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Pengertian dari komunikasi antar personal menurut DeVito adalah: “The proces of sending and receiving between two person or among a small group of person, with some effects and some immediate feed back”. (Proses pengiriman dan penerimaan di antara dua orang atau di antara sekelompok kecil orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika) (Effendy, 2005: 59-60).

Berdasarkan definisi tersebut, komunikasi interpersonal dapat berlangsung antara dua orang yang memang sedang berdua-duaan seperti pasangan suami istri yang sedang bercakap-cakap, umumnya berlangsung secara tatap muka (face to face). Oleh karena komunikator dan komunikan saling tatap muka atau berinteraksi, maka terjadilah kontak pribadi.

Para ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi interpersonal secara berbeda-beda, akan tetapi definisi tersebut dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: definisi berdasarkan komponen, definisi berdasarkan hubungan diadik, dan definisi berdasarkan pengembangan. Penjelasan dari masing-masing definisi tersebut adalah sebagai berikut (DeVito, 2000: 231; Mulyana, 2002:73):

1. Definisi berdasarkan komponen (componential)

Definisi berdasarkan komponen menjelaskan komunikasi interpersonal  dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini, penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.

2. Definisi berdasarkan hubungan diadik (relational dyadic)

Dalam definisi berdasarkan hubungan, komunikasi interpersonal sebagai komunikasi yang berlangsung di antara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Misalnya komunikasi interpersonal meliputi komunikasi yang terjadi antara pramuniaga dengan pelanggan, anak dengan ayah, dua orang dalam suatu wawancara, dan sebagainya. Dengan definisi ini hampir tidak mungkin ada komunikasi diadik (dua orang) yang bukan komunikasi interpersonal. Tidaklah mengherankan, definisi ini juga disebut sebagai definisi diadik (dyadic). Hampir tidak terhindarkan, selalu ada hubungan tertentu antara dua orang. Bahkan seorang asing di sebuah kota yang menanyakan arah jalan ke seorang penduduk mempunyai hubungan yang jelas dengan penduduk itu segera setelah pesan pertama disampaikan. Adakalanya definisi hubungan ini diperluas sehingga mencakup juga sekelompok kecil orang, seperti anggota keluarga atau kelompok-kelompok yang terdiri atas tiga atau empat orang.

3. Definisi berdasarkan pengembangan (developmental)

Dalam definisi berdasarkan pengembangan (developmental), komunikasi interpersonal dilihat sebagai akhir dari perkembangan dari komunikasi yang bersifat tidak pribadi (impersonal) pada satu ekstrim menjadi komunikasi pribadi atau intim pada ekstrim yang lain. Perkembangan ini mengisyaratkan atau mendefinisikan pengembangan komunikasi interpersonal. Dalam komunikasi interpersonal, pesan yang disampaikan akan mendapat umpan balik secara langsung (immadiate feed back). Komunikator dan komunikan langsung dapat mengetahui tanggapan terhadap pesan yang disampaikan.

Melalui definisi-definisi di atas, terlihat bahwa komunikasi interpersonal sangat diperlukan dalam membina dan memelihara suatu hubungan agar semakin mantap dan jelas. Karena sifatnya yang tatap muka/langsung, serta umpan balik yang langsung, memudahkan melihat tanggapan terhadap pesan yang disampaikan, selain itu dengan adanya umpan balik dapat meningkatkan kesadaran diri yang merupakan landasan bagi semua bentuk dan fungsi komunikasi.

Dalam teori penetrasi sosial, terdapat dua dimensi utama mengenai kedalaman hubungan, yaitu dimensi depth dan dimensi breadth. Dimensi depth adalah dalam suatu hubungan, orang dapat terbuka dari hal-hal yang umum sampai ke hal-hal yang bersifat intim yang berkaitan dengan diri pribadi mereka. Sedangkan dimensi breadth adalah seseorang dapat berkomunikasi dengan topik yang beraneka ragam dengan siapa saja baik dengan orang yang baru saja dikenal, seorang teman biasa, atau seorang teman dekat.

Menurut Altman dan Taylor, dalam hubungan antar personal dapat diuraikan menurut jumlah topik yang dibicarakan oleh dua orang serta derajat “kepersonalan” yang mereka lekatkan pada topik-topik itu. Banyaknya topik yang anda komunikasikan disebut keluasan (breadth). Derajat dalam “kepersonalan” nya dari individu disebut kedalaman (depth). Di dalam penetrasi sosial, kita dapat menguraikan hubungan persahabatan, percintaan, kekeluargaan dari segi kedalaman dan keluasan (DeVito, 1997: 236).

Pustaka:

Devito. Joseph A. 2000. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Mulyana, Deddy. Dasar-dasar Ilmu Komunikasi. Bandung: Rosdakarya, 2002.

Effendy, Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung: Citra Rosdakarya, 2005.