Connect with us

Beranikah AS dan Israel Menyerang Iran?

Polhukam

Beranikah AS dan Israel Menyerang Iran?

Ilustrasi: http://panel.mustangcorps.com

Rakyat Iran telah biasa dengan cara-cara intelejen, terutama dalam merahasiakan dokumen. Hal ini diajarkan turun temurun. Mungkin karena sudah lama hidup dalam peperangan, sejak perang Iran-Irak, embargo ekonomi oleh Amerika, dan perseteruannya dengan Amerika dan Israel yang tak pernah kunjung selesai. Itu karena ditanamkan terhadap rakyat Iran bahwa ada musuh bersama, musuh rakyat Iran, bahkan musuh Islam, yaitu Amerika. Ada hari khusus yang disebut dengan hari “Yaum al-Quds” pada setiap tanggal 25 Ramadhan, di mana para pengikut Syiah akan turun ke jalan sambil meneriakkan yel-yel mengutuk Amerika dan Israel.

Cara rakyat Iran merahasiakan dokumen-dokumen adalah sebagai berikut (sumber: pengamatan langsung):

1. Orang Iran lebih suka menulis surat resmi dengan tulisan tangan daripada diketik di komputer. Komputer digunakan bukan untuk menulis surat-surat resmi yang dianggap kemungkinan disadar oleh pihak lain.

2. Orang Iran tidak pernah mengirim surat resmi lewat email dengan teks langsung atau attachment MS Word. Setiap surat resmi discan dan baru dikirim melalui email. Ini akan menyulitkan niat untuk pemindaian dokumen dengan sistem teks ANSI maupun ASCII. Ketika ditulis tangan dan dikirim dengan scan, mesin pencari atau pihak hackers akan sulit untuk melakukan record pada dokumen tersebut.

3. Orang Iran sangat anti dengan layanan email Yahoo. Mereka umumnya menggunakan email dari layanan yang tidak terkenal seperti email2word, hotmail, dan lainnya.

4. Setiap surat atau dokumen tertulis lain, tidak pernah dibuang utuh. Selalu dihancurkan, entah dengan cara merobek-robek sampai potongan sangat kecil atau menggunakan mesin penghancur kertas.

5. CD atau DVD, apapun jenisnya, pun tidak pernah dibuang utuh. Pasti dipatahkan dulu sebelum dibuang.

6. Kartu nama orang Iran jarang memuat nomor HP. Ia akan menuliskan dengan tangan di kartu nama jika dipandang perlu.

7. Bagi para mullah yang ditugasi di luar negeri Iran, tak memandang jabatannya baik di lembaga pemerintah maupun dunia pendidikan, wajib melaporkan setiap detail kegiatan. Apapun kegiatan dan hal-hal yang dianggap penting dilaporkan secara detail.

8. Dalam memilih produk-produk elektronik maupun otomotif, orang Iran pasti memilih buatan Jepang dibanding buatan negara Eropa atau Amerika. Ini untuk menghindari data yang diberikan digunakan untuk kepentingan Amerika.

Meskipun demikian, untuk produk makanan, karena di negeri Iran sangat jarang bahkan mungkin tidak ada namanya McDonald, KFC, A&W, dan produk-produk makanan lain dari Amerika, ketika orang Iran keluar negeri, maka makanan Amerika adalah favorit mereka. Ini agak aneh. Mungkin ingin mencicipi makanan khas Amerika.

Hal di atas untuk memperkuat argumentasi Khatami baru-baru ini yang membantah hasil laporan IAEA bahwa Iran terbukti membangun fasilitas senjata nuklir. Khatami mengatakan, laporan ini palsu. Mengada-ada. Dapat info dari mana? Menyadap dokumen? Mustahil. Hasil dari investigasi di lapangankah? Mustahil juga karena mereka menyaksikan sendiri laboratorium Iran. Meskipun demikian, jika Amerika dan Israel berniat untuk menyerang Iran, maka Iran tidak akan mundur satu langkah pun. Bahkan, Rusia dan China membela sikap Iran ini.

Sikap Amerika dan Israel yang akan melakukan penyerangan militer ke Iran prediksi saya tidak akan mungkin terjadi. Karena itu sama saja dengan menggali lubang kuburan sendiri. Iran beda dengan Irak. Iran beda dengan Suriah. Iran beda dengan Libya. Ada satu garis komando tertinggi, yaitu pemimpin spiritual tertinggi di sana, yang disebut Rahbar. Fatwa rahbar wajib ditaati. Karena rahbar adalah perwakilan dari Imam Mahdi, Imam Suci mereka. Karena perwakilan dari Imam, maka siapapun yang mati karena memperjuangkan titah dari Rahbar maka Rahbar akan mempertanggung jawabkannya di akherat nanti. Ini yang ngeri. Maka, tak aneh, dulu Israel pernah akan menyerang Iran. Begitu pun Amerika. Tetapi tak pernah jadi. Karena apa? Ribuan pemuda, bahkan remaja, ramai-ramai mendaftarkan diri untuk menjadi relawan perang. Rela mati untuk memperjuangkan negerinya.

Iran telah menjadi kekuatan dunia yang ditakuti oleh semua negara adidaya. Selain karena teologinya, juga penguasaan ilmu pengetahuan, dan sosial budayanya. Ini menjadi ancaman tersendiri. Apakah embargo ekonomi oleh Amerika yang selama ini meyurutkan perekonomian Iran? Sama sekali tidak. Dahlan Iskan pernah menulis di Pojok koran Jawa Pos dari hasil pengamatan langsungnya di Iran. Bahwa embargo ekonomi terhadap Iran tidak memberikan dampak apapun. Bahkan dijadikan sebagai modal sosial. Iran bahkan telah menguasai teknologi nano, teknologi nuklir, bisa membuat mobil sendiri. Ilmu pengetahuan maju pesat. Aneh luar biasa.

Wartawan Kompas pun pernah membuat laporannya dari hasil pengamatan langsungnya beberapa minggu lalu. Ia menyoroti mengenai Salat Jumat di sana. Tidak seperti salat jumat di sini. Di Iran, salat Jumat bukan salat wajib, tetapi lebih pada konferensi nasional. Salat jumat hanya diadakan di kota-kota besar. Tujuannya untuk menyatukan visi dan semangat. Yel-yel “Kutukan terhadap Amerika dan Israel” diteriakkan secara menggemuruh. Wartawan Kompas bahkan mengatakan, “Saya merasakan bagaimana revolusi Iran tercipta dan didengungkan, yaitu pada salat Jumat ini”.

Meskipun secara teologi dan jurisprudensi banyak yang menentang, bahkan banyak yang mengatakan sesat faham Syiah tetapi dunia tidak bisa menutup mata, tidak ada lagi negara Islam yang benar-benar menerapkan konsep demokrasi, menyuarakan kepentingan kemanusiaan dunia, dan berani menentang Amerika. Arab Saudi? Sudah sangat lama menjadi budak Amerika. Turki? Apalagi. Mengemis-ngemis untuk masuk ke zona Ekonomi Eropa. Mesir? Hmmm..silahkan nilai. Orang yang tidak setuju terhadap Iran adalah yang tahu ajaran agama hanya dari masalah wudhu dan tayammum. Sementara kepentingan umat nyaris terlewatkan. Rela berdarah-darah untuk mendiskusikan tayammum sementara di belakang rumahnya mengalir sungai deras. Menutup mata atas berbagai kedzaliman dari para ulama yang berani mengkafirkan orang lain hanya karena qunut. Hak manusia di belahan dunia lain yang tersakiti tidak menjadi fokusnya, yang penting ibadah personalnya terpenuhi.

“Bangkitlah wahai manusia untuk memperjuangkan hak-hak kalian”, itulah seruan yang terus didengungkan di Iran. Musuh manusia sangat nyata, adalah penyiksaan hak-hak kaum tertindas, kapitalisme yang merajalela, modal dijadikan patokan, kurs menjadi patokan, sementara di pihak lain tidak condong pada bidang-bidang riil. Setiap yang mapan harus ditumbangkan..!!**[harja saputra]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

To Top