-
Jejak Afriyani Di Foursquare, National Geographic, IndonesianCupid, dan Produser Iklan
Thursday, 26 January 2012 20:48
-
DPR Bentuk Panja Mobnas
Thursday, 26 January 2012 20:48
-
Mengungkap Akun Twitter dan FB Pelaku 'Xenia Maut'
Thursday, 26 January 2012 20:48
-
Perspektif Lain Memahami Keterangan Angelina Sondakh
Sunday, 19 February 2012 14:45
-
Isu Publik Vs Isu Personal
Sunday, 19 February 2012 14:45
-
Politik Uang: Budaya atau Kesalahan Sistem? Sunday, 19 February 2012 14:45
-
Social Media Dalam Angka
Friday, 13 January 2012 08:53
-
Kementerian Agama Teratas Sebagai Kementerian Rawan Korupsi, Ada Apa?
Friday, 13 January 2012 08:53
-
Sue Bonnington Menulis Tentang Harja Saputra
Friday, 13 January 2012 08:53
Tips Menulis
Menyikapi Konten Vulgar di Internet: Mengenal Motif Menggunakan Media
Bagaimana menyikapi konten yang dianggap vulgar di internet? Pertanyaan yang tak pernah usang oleh waktu. Polemik mengenai konten yang bermuatan “non-edukasional” atau konten vulgar ramai dibincangkan, termasuk di web blog Citizen Journalism (CJ) terbesar, yaitu di Kompasiana pada akhir November 2011. Adu argumentasi terjadi. Tak jarang dengan saling menyudutkan satu sama lain. Masing-masing pihak keukeuh pada pendapatnya. Satu hal yang wajar, karena tidak ada orang yang mau disalahkan.
Jurnalisme Placebo, Pesan Palsu Efeknya Nyata
Placebo dikenal luas di bidang kedokteran dan farmasi. Placebo adalah obat palsu, bentuknya mirip dengan obat asli. Placebo umumnya digunakan untuk menguji khasiat suatu obat. Ketika suatu perusahaan obat hendak menguji obat yang mereka ciptakan umumnya tahap terakhir adalah diujicobakan pada manusia. Maka dibuatlah 2 jenis obat: obat asli yang telah mereka formulasikan dan obat placebo yang miripnya sama tetapi kandungannya hanya berisi gula.
Maaf, Saya Blogger Merah
Ketika menulis dianggap sebagai profesi seperti wartawan, maka itu namanya “kuli tinta”, atau jika blogger “kuli traffic”. Atau, dalam bahasa lain “Penulis Hitam” (hitam bukan maksudnya merujuk ke konotasi jahat, tetapi merujuk ke warna tinta atau tulisan di web yang rata-rata berwarna hitam).
Pewarta dan Blogger Jenis Tukang Pos Vs Imajinator
Tukang pos memiliki aktivitas mengantarkan pesan, apakah itu surat atau barang, dari banyak orang kepada penerimanya. Tidak boleh dikurangi atau ditambahkan. Tidak ada tindakan apapun terhadap pesan yang diterima oleh tukang pos selain mengantarkan pesan tersebut kepada si penerima. Jika tukang pos memiliki gerak aktif, dalam arti ikut campur tangan terhadap pesan yang diterimanya, maka ia bukan lagi disebut tukang pos.
Kenali Kepribadian, Baca Buku dan Tulis..!
Jika ada yang lebih terang daripada matahari maka itulah buku. Matahari menyinari hal-hal yang bersifat materi, sementara buku merupakan pintunya ilmu yang menyinari kesadaran, menyinari akal, dan menyinari alam semesta. Ilmulah yang membedakan manusia dengan yang lain. Orang berilmu tidak akan tersesat dan akan mampu hidup di manapun. Untuk berbuat kejahatan saja butuh ilmu, apalagi untuk berbuat baik, semuanya butuh ilmu.
V.o.H Action
Dari Semak-semak Bermimpi Mengubah Dunia
Namanya Rahmat, 6 tahun yang lalu ia sangat pemalu. Jarang bergaul dengan teman-temannya karena datang dari keluarga tidak mampu. Sejak sekolah di SMP dan SMA Cendekia Desa, kini di saat kelulusan SMA ia telah berani tampil dengan percaya diri sambil menirukan gaya jogetnya Briptu Norman.
Anak Tidak Mampu Pun Bisa Kuliah di ITB
Reportase saya yang dulu berjudul “Dari Semak-semak Bermimpi Mengubah Dunia”, menceritakan bakti kami (alumni Sekolah Tinggi Swasta di Depok yang bekerjasama dengan Yayasan Yasmin Cinere) pada masyarakat Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kab. Bogor dengan mendirikan Sekolah Gratis TK, SMP, dan SMA Cendekia Desa untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Gerakan Matikan HP 15 Oktober 2011 (Versi Lengkap)
Berikut ini adalah tuntutan dan penjelasan dari butir-butir tuntutan kami (Konsumen Ponsel Indonesia dan Komunitas Voice of Humanism). Ini kami publish karena banyak pihak bertanya-tanya. Kenapa 2 jam, kenapa hari Sabtu, dan alasan-alasan lain.
Penderitaan Pelapor Sedot Pulsa: Dari Diasingkan Hingga Penganiayaan
Rabu (09/11/2011) ada mampir di email saya satu pesan dari Hendry Kurniawan, korban penganiayaan gara-gara melaporkan ke polisi sedot pulsa yang dialaminya. Ia meminta untuk dihubungi ke nomor yang ia berikan. Rupanya ia tahu alamat email tersebut setelah membaca statement saya yang dilayangkan ke vivanews.com dan di-publish juga di Kompasiana, lalu mampir di blog pribadi yang tercantum alamat email saya di situ. Semua komentar di tulisan Kompasiana dibaca semua olehnya.
Penyerahan Koin yang Terkumpul untuk Penderita Infeksi Tulang
Sudah hampir 1 bulan kami (bu Soyo Kaze, saya, dan rekan-rekan lain yang turut ikut mendukung dengan tulisan, support, dan tak sedikit yang ikut berpartisipasi) berupaya mengumpulkan dana sukarela untuk Pak Agust Dapa Loka. Beliau adalah blogger Kompasiana, guru, dan penulis novel, yang kini menderita infeksi tulang akibat amputasi kaki karena kecelakaan sepeda motor pada 10 Mei 2009. Sedikitnya membutuhkan dana 100 juta rupiah untuk operasi.
Komentar
- @Konsutasi Manajemen & @Perlengkapan dan baju bayi: Terima kasih sudah… Written by Saputra on Sunday, 29 January 2012 07:34
- informasi yang sangat berguna... trmksh Written by perlengkapan dan baju bayi on Saturday, 28 January 2012 23:27
- nice info bro Written by konsultasi manajemen ISO OHSAS on Saturday, 28 January 2012 23:20
- mantap infonya.nuhun.... Written by gondok on Monday, 16 January 2012 19:48
-
Tweet-ku
- Loading...
V.O.H Dalam Media
- Radio (11)
- Televisi (5)
- Cetak (6)
- Online (12)
- Forums (10)
Pengunjung
Who's Online
We have 3 guests online
Copyright © 2012 Voice of Humanism (VoH). All Rights Reserved.






