Beranda / Riset

Paradoks Definisi dan Integrasi Ekonomi dalam Manajemen Ekowisata Berkelanjutan: Sebuah Tinjauan Strategis

Harja Saputra

Harja Saputra

1 Agustus 2026

3 min baca
Paradoks Definisi dan Integrasi Ekonomi dalam Manajemen Ekowisata Berkelanjutan: Sebuah Tinjauan Strategis
Photo by Luca Bravo on Unsplash

Dalam lanskap industri pariwisata global yang terus bertransformasi, istilah ekowisata sering kali disalahartikan sebagai sinonim dari pariwisata berbasis alam (nature-based tourism). Padahal, terdapat distingsi fundamental yang menentukan keberhasilan pengelolaan sumber daya lingkungan dan dampak ekonomi regional. Permasalahan utama yang muncul dalam diskursus akademis dan praktik lapangan adalah inkonsistensi definisi yang mengakibatkan ambiguitas dalam tata kelola (governance). Tanpa batasan yang jelas mengenai apa yang membentuk sebuah praktik ekowisata sejati, terdapat risiko terjadinya greenwashing, di mana kegiatan pariwisata diklaim sebagai ramah lingkungan namun gagal memberikan kontribusi nyata terhadap konservasi lingkungan maupun kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat lokal.

Metodologi & Parameter Riset

Analisis ini disusun melalui sintesis terhadap berbagai studi kunci yang mengeksplorasi dimensi ekowisata dari perspektif definisi, pendidikan, hingga integrasi ekonomi hijau. Salah satu fondasi pemikiran dalam artikel ini merujuk pada sebuah kajian komprehensif berjudul Defining ecotourism for mainstream application and to support sustainable tourism governance yang dipublikasikan melalui platform ResearchGate, yang menyoroti variabilitas definisi ekowisata. Selain itu, artikel ini mengintegrasikan perspektif dari Springer Nature Link mengenai sejarah dan tren riset ekowisata terkini, serta laporan latar belakang mengenai Tourism in the Green Economy yang menekankan pada pilar ekonomi hijau. Studi lainnya, seperti yang dibahas dalam karya berjudul Understanding and Enhancing Ecotourism Opportunities through Education, memberikan parameter mengenai peran edukasi dalam meminimalkan dampak konsumtif, sementara tulisan Ecotourism and Environmental sustainability: an introduction memberikan kerangka dasar mengenai tanggung jawab terhadap kesejahteraan lokal.

Analisis Temuan Utama

Berdasarkan sintesis literatur yang dikaji, ditemukan beberapa poin krusial yang membentuk struktur ekowisata modern:

Implikasi Strategis: Akademis & Praktis

Secara akademis, temuan ini menuntut reorientasi dalam literatur manajemen pariwisata. Para peneliti tidak lagi dapat menggunakan istilah ekowisata secara generik; diperlukan pengembangan metrik yang lebih spesifik untuk membedakan antara pariwisata berbasis alam konvensional dengan ekowisata yang memenuhi standar tata kelola berkelanjutan. Kontribusi teoritis ini penting untuk membangun kerangka kerja sustainable tourism governance yang lebih kuat dan terukur.

Bagi praktisi, pengelola destinasi, dan pembuat kebijakan, terdapat beberapa langkah taktis yang dapat diimplementasikan:

Referensi

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Diskusi & Komentar