Beranda / Dresden

Sejenak Menyeberang Batas: Catatan Perjalanan Spontan dari Praha ke Dresden

Catatan perjalanan spontan dari Praha ke Dresden menggunakan FlixBus. Menikmati suasana Dresden Hauptbahnhof dan mencicipi atmosfer Jerman sejenak tanpa rencana khusus.

Harja Saputra

Harja Saputra

30 Agustus 2025

4 min baca
Sejenak Menyeberang Batas: Catatan Perjalanan Spontan dari Praha ke Dresden
Ini bukan di Bogor, tapi di Dresdeen Jerman cuy..maaf-maaf.

Ada satu kelebihan tersendiri saat kita sedang menjelajahi daratan Eropa Tengah, yaitu kemudahan untuk berpindah antarnegara dalam waktu singkat. Saat sedang berada di Praha, Republik Ceko, saya dan bang Tomi (teman sekamar yang juga ikut ke Praha) menyadari bahwa perbatasan Jerman hanya berjarak beberapa jam saja.

Tanpa rencana muluk-muluk, muncul sebuah keinginan sederhana: "kami ingin menginjakkan kaki di tanah Jerman hari ini!"

"Cocok bang Tom?", tanya saya.

"Cocok..gaaas", timpal bang Tom dengan semangat.

Memulai Perjalanan dari Terminal Praha

Setelah mengantar para bos ke Bandara Vaclav Havel Praha, keputusan impulsif ini langsung diwujudkan dengan menaiki taksi dari Bandara menuju Florenc, Terminal Bus Utama di Praha.

Pilihan jatuh pada FlixBus, bus berwarna hijau ikonik yang jadwalnya sangat mudah ditemukan melalui aplikasi. Pembelian tiket pun dilakukan melalui aplikasi FlixBus.

Suasana di Terminal Bus Utama Praha, Florenc
Suasana di Terminal Bus Utama Praha, Florenc

Setelah sampai di Terminal Bus Florenc, menunggu agak lama. Hati saya agak kurang pas, barangkali saja salah menunggu di terminal ini. Lalu bertanya ke petugas,

"Anda salah pilih terminal saat beli tiket di aplikasi, harusnya bukan di sini menunggunya tetapi di stasiun yang lain", ujar petugas pembelian tiket.

Alamaak, pantas saja, bagaimana kalau tidak bertanya pasti ketinggalan bus. Orang salah terminal. Untungnya petugas pembelian tiket dengan ramah menawarkan apakah mau dibantu untuk diubah langsung terminalnya di Terminal Utama Florenc.

"Sure, thank you very much", timpal saya. Enak juga di Praha ini, tidak dikerjain oleh calo atau apa gitu. Langsung dibantu.

Walhasil, tibalah bus Flixbus menuju Dresden. Proses keberangkatan berjalan sangat tertib, sesuatu yang selalu saya kagumi dari sistem transportasi di sini.

Perjalanan selama kurang lebih dua jam menyuguhkan pemandangan hijau khas wilayah Bohemia yang tenang.

Di perbatasan Praha dan Dresden, terdapat pemeriksaan yang cukup ketat. Bus kami harus menunggu 30 menit, karena ada satu orang penumpang yang mungkin tidak punya Paspor atau dokumen yang legal untuk memasuki Jerman. Terlihat ia diinterogasi dan harus turun dari bus tidak dapat meneruskan perjalanan. Kasihan juga.

Tiba di Dresden: Atmosfer yang Berbeda

Bus berhenti tepat di area terminal yang berdampingan dengan stasiun kereta api utama Dresden, atau yang dikenal dengan nama Dresden Hauptbahnhof. Begitu turun dari bus, perbedaan suasana langsung terasa. Jika Praha kental dengan nuansa romantis abad pertengahan, area sekitar stasiun Dresden terasa lebih modern, luas, dan sangat tertata.

Stasiun ini sendiri merupakan sebuah mahakarya arsitektur, perpaduan antara struktur bangunan klasik yang megah dengan sentuhan modern pada kubah kacanya.

Menjelajahi Sisi Kota Tanpa Target

Sesuai niat awal, kami memang istilahnya hanya "ingin menginjakkan kaki di Jerman" tidak memiliki daftar destinasi wisata yang harus dikunjungi. Dari stasiun, kami melangkah menuju area pertokoan yang letaknya tidak jauh dari sana.

Jalanan yang lebar dengan trem kuning yang lalu-lalang memberikan kesan kota yang dinamis namun tetap tenang. Kami menghabiskan waktu dengan minum kopi dan melihat orang lalu-lalang. Lihat orang Jerman lewat. Lebih banyak etnis di Jerman sepertinya. Etnis Arab pun banyak.

Satu pemandangan yang menarik perhatian saya di sepanjang jalan adalah logo "Radeberger Pilsner" yang menghiasi berbagai kafe dan papan iklan. Minuman khas asal Saxony ini terpampang besar juga di gerbang stasiun Hauptbahnhof seolah menjadi simbol khusus wilayah Dresden Jerman.

Sambil ngopi, kami duduk sejenak di sebuah kedai dekat stasiun sambil menikmati suasana sekitar menjadi momen penutup yang pas. Pokoknya menikmati suasana Dresden Jerman dalam waktu singkat, soalnya kami harus pulang lagi ke Praha dan sudah beli tiket pulang. Hanya punya waktu 1-2 jam di Dresden.

Perjalanan Adalah Tentang Pengalaman

Bagi sebagian orang, pergi ke sebuah kota tanpa mengunjungi museum atau situs bersejarah mungkin terasa sia-sia. Namun bagi kami, perjalanan kali ini adalah tentang menuruti rasa penasaran. Mengunjungi Dresden dari Praha menggunakan bus hanya untuk sekadar jalan-jalan di sekitar stasiun dan mencicipi atmosfernya adalah sebuah kesempatan langka. Iyalah, biasanya di Depok dan Bogor..✌️

0:00
/0:29

Video jalan-jalan tipis di Dresden Jerman

Mungkin buat orang lain, trip ini kelihatannya buang waktu. Ngapain ke Dresden cuma buat nongkrong di deket stasiun doang?

Tapi buat kami, ini seru banget. Sensasi melintasi batas negara cuma buat sekadar "say hello", ngerasain atmosfer yang beda beberapa jam, dan menuhin rasa penasaran impulsif itu memuaskan banget.

Kadang, kita nggak butuh rencana besar buat nikmatin perjalanan. Cukup tiket bus murah, rasa penasaran, dan segelas kopi. Cocoklah ya..!

Germany, check! ✔️

(harjasaputra)

Bagikan Artikel Ini

Diskusi & Komentar