Topic Collection

#Pilpres

Kumpulan tulisan terpilih seputar Pilpres.

Pesona Hamdan Zoelva Nasional
2 min baca

Pesona Hamdan Zoelva

Pesona Ketua MK, Hamdan Zoelva, selama sidang Sengketa Pilpres dalam kurun waktu sebulan ini sangat luar biasa. Di FB bahkan ramai para ibu-ibu posting foto-foto Ketua MK yang berasal dari Kabupaten Bima tersebut. Sosoknya yang kalem dan ganteng menjadi daya tarik tersendiri. Sidang masalah hukum yang membosankan malah menjadi tontonan favorit. Di mesin pencari, saya pantau ada ribuan orang yang mencari tahu profile Ketua MK dan imbas dari itu website saya pun kena dampaknya. Tulisan-tul

Baca Selengkapnya
Mungkinkah Tidak Ada Capres Peroleh Suara 50 Persen? Polhukam
3 min baca

Mungkinkah Tidak Ada Capres Peroleh Suara 50 Persen?

“Bagaimana jika tidak ada capres peroleh suara lebih dari 50 persen (atau dalam bahasa lain 50 persen plus satu)?” adalah pertanyaan menarik. Seperti diketahui bahwa Pilpres kali ini hanya diikuti oleh dua pasangan. Banyak yang berpendapat, bahwa karena dua pasangan, maka pemilu dua putaran kecil kemungkinan. Dalam ungkapan lain: capresnya sama kok, masa iya dua putaran. Namun, ada juga pakar yang mengatakan dua putaran bisa dilakukan jika tidak memenuhi perolehan suara yang disyaratkan.

Baca Selengkapnya
Pemimpin Jago Debat Belum Tentu Jago Bekerja? Polhukam
2 min baca

Pemimpin Jago Debat Belum Tentu Jago Bekerja?

Panggung politik itu lucu. Penuh dagelan-dagelan yang bisa bikin ketawa. Bagaimana tidak, ketika jagoannya ada kelemahan dicarikanlah justifikasi dengan berbagai cara. Contohnya tentang pernyataan: “lebih baik punya pemimpin yang mampu bekerja daripada yang lihai berbicara”, “pemimpin yang jago debat belum tentu jago bekerja”, dan banyak lagi pernyataan lain yang sejenis. Pembenaran semacam itu sifatnya sangat subjektif. Hanya mengambil satu kemungkinan di antara banyak kemungkinan. Se

Baca Selengkapnya
Membongkar Kecurangan pada Pemilu (2) Polhukam
5 min baca

Membongkar Kecurangan pada Pemilu (2)

Untuk memahami urutan tulisan ini, silahkan baca tulisannya sebelumnya mengenai kecurangan-kecurangan dalam Pemilu bagian pertama di Link ini. 2. Drop Orang Istilah drop orang sangat familiar di kalangan para KPPS. Yaitu praktek mendatangkan orang dari luar untuk mencoblos pilihan yang sudah dipesan. Seharusnya tidak punya hak pilih di TPS itu tetapi karena yang berkuasa adalah KPPS yang sudah mengatur formulir C6, daripada dicoblos sendiri banyak surat suara oleh panitia lebih beresiko.

Baca Selengkapnya
Membongkar Kecurangan pada Pemilu (1) Polhukam
6 min baca

Membongkar Kecurangan pada Pemilu (1)

Tulisan ini masih terkait dengan tulisan sebelumnya, yaitu bagaimana pengalaman saya terlibat langsung sebagai pelaku pengawal suara dan koordinator tim sukses selama dua periode pemilu. Sengaja saya tuliskan secara lengkap berbagai bentuk praktek kecurangan dalam pemilu karena sebentar lagi Pilpres. Kecurangan pada Pilpres modusnya hampir sama dengan Pileg, karena proses dan sistemnya sama. Proses dan sistem pemilu di Indonesia masih banyak celah untuk dilakukan kecurangan. Nanti akan t

Baca Selengkapnya
Golput pada Pilpres? Why Not.. Polhukam
3 min baca

Golput pada Pilpres? Why Not..

Golput adalah realitas yang tidak bisa disangkal, ada di setiap pemilihan umum. Jumlahnya dari setiap pemilu cenderung mengalami peningkatan. Sebelum membahas lebih jauh, apa sih makhluk yang bernama Golput itu? Golput adalah singkatan dari Golongan Putih. Kenapa disebut putih? Istilah “putih” karena mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara di luar gambar peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara. Kata “bagi yang datang ke bilik suara” sengaja digaris-bawahi, karena Golput

Baca Selengkapnya
Menyoal Sumbangan untuk Capres Polhukam
3 min baca

Menyoal Sumbangan untuk Capres

Sangat menarik membaca tulisan mengenai pro-kontra capres membuka rekening sumbangan untuk kampanye politiknya. Salah satu tulisan yang memiliki landasan argumentasi yang cukup bagus adalah yang ditulis oleh Mbak Septin Puji Astuti (di link ini). Dalam tulisan itu disebutkan beberapa argumentasi yang intinya bahwa hal ini membawa nuansa baru, rakyat dilibatkan menyumbang sehingga capres tersebut berhutang pada rakyat dan dengannya diharapkan lebih pro pada rakyat jika terpilih. Di FB-nya

Baca Selengkapnya