Topic Collection

#pluralisme

Kumpulan tulisan terpilih seputar pluralisme.

Maman Imanulhaq dan Semua Agama Sama? Filsafat
3 min baca

Maman Imanulhaq dan Semua Agama Sama?

Pernyataan Kyai Maman Imanulhaq di acara Kick Andy kemarin (16/6/17), bagi sebagian orang pasti akan terdengar asing, bahkan dinilai negatif. Ratusan komentar di media sosial dan di situs-situs kanan bahkan menantang Kyai Maman untuk menjadi biksu, karena pernyataannya yang seakan menganggap “Semua Agama Sama”. Padahal jika kita simak dari pernyataan lengkapnya, “Orang yang jujur, orang yang soleh, punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas, APAPUN AGAMANYA dia pasti mendapat

Baca Selengkapnya
Pluralisme Berbeda dengan Pluralitas Filsafat
3 min baca

Pluralisme Berbeda dengan Pluralitas

Sedikit tertegun membaca tulisan di kolom Trending Articles hari ini dengan judul “Pluralisme itu Haram?“. Apa yang ditulis oleh penulis artikel itu melenceng dari substansi permasalahan yang sebenarnya. Penulis memahami masalah pluralisme berbeda dengan konteksnya. Apa sebab? Pluralisme yang diperbincangkan berbeda dengan plurality atau diversity. Pluralisme yang diharamkan pada persoalan Pluralisme Agama. Hal ini mengacu pada Fatwa MUI tahun 2005 (lihat Fatwa MUI nomor: 7/MUNAS VII/MUI

Baca Selengkapnya
1 Mobil, 4 Keyakinan, 1 Tujuan Unik
4 min baca

1 Mobil, 4 Keyakinan, 1 Tujuan

Ini kisah perjalanan yang unik. Bukan hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu pekan kemarin (24-25/8) sebenarnya, tapi sudah sering terjadi. Hanya, pekan kemarin komposisinya mantap: berlima dalam satu mobil dengan empat keyakinan berbeda. Dua orang sunni, satu orang syiah, satu orang liberal, dan satu orang katolik (nama agama/keyakinan sengaja tidak diberikan huruf kapital untuk menunjukkan bahwa agama dalam hal tertentu tidak layak untuk ditonjolkan, yang layak dibesarkan adalah persatuan). Bi

Baca Selengkapnya
Ketika Sunni, Syiah, dan Wahabi Rukun dalam Satu Atap Unik
3 min baca

Ketika Sunni, Syiah, dan Wahabi Rukun dalam Satu Atap

 Saya terlahir di keluarga yang majemuk. Ayah seorang Syiah totok, ibu Sunni (Sunni NU yang ikut kebanyakan orang di kampung). Kakak saya yang pertama dan kedua adalah pengikut garis keras DI (Darul Islam) yang tegar dan kukuh pada pendiriannya untuk mendirikan negara Islam. Katanya sih melanjutkan perjuangan Kartosuwiryo. Wahabi-lah bisa dibilang begitu. Adik saya dua, dua-duanya ikut muslim kebanyakan di kampung (Majalengka Jawa Barat), Sunni NU bisa dibilang. Ayah menganut syi’ah su

Baca Selengkapnya
Sosbud
1 min baca

Hormatilah (Juga) yang Tidak Puasa!

“Lho kok..menghormati orang yang tidak puasa, tidak kebalik tuh?” Wajar jika memang banyak yang berpandangan begitu. Saling menghormati dan empati harus melibatkan dua belah pihak, antara yang menghormati dan yang dihormati. Dalam berpuasa, saling menghormati juga harus ada dari kedua belah pihak. Untuk yang tidak berpuasa, maka harus menghormati yang berpuasa dengan tidak menunjukkan secara vulgar aktivitas makan-minum atau merokok di hadapan orang yang berpuasa. Bagi yang berpuasa pun, tetap

Baca Selengkapnya
Sosbud
2 min baca

Tidak Ada “Kitab Suci” dalam Kitab Suci

Kenapa sumber ajaran dari sebuah agama disebut “Kitab Suci“? Dalam literatur bahasa Inggris pun sama, ketika mengacu ke teks-teks agama disebut dengan Holy Book. Apakah memang “kesucian” dari kitab-kitab agama tersebut memberikan implikasi pada pensakralan, sehingga setiap yang datang dari kitab suci adalah sakral dan absolut? Wilfred Cantwell Smith pernah menulis buku What is Scripture?: A Comparative Approach diterjemahkan menjadi buku “Kitab Suci Agama-agama”. Smith tidak menyebutnya dengan

Baca Selengkapnya
Filsafat
2 min baca

Agama: Pemicu Konflik atau Pemersatu?

Dalam blog saya di http://harjasaputra.wordpress.com pada saat memposting tulisan mengenai “Statistik Pemeluk Agama di Dunia” yang dikutip dari situs icc-jakarta.com (bulan Juli 2009), tempat penulis bekerja pada tahun tersebut. Responsnya luar biasa, dengan jumlah komentar lebih dari 100 komentar, baik komentar yang baik maupun makian atau bernada emosi pada pendapat orang lain. Di sinilah terlihat jelas bahwa ketika berhadapan dengan “Agama”, pemeluk agama tertentu cenderung subyektif dan

Baca Selengkapnya