Topic Collection

#rasional

Kumpulan tulisan terpilih seputar rasional.

Alasan Poligami: Wanita Lebih Banyak dari Pria, Benarkah? Sosbud
4 min baca

Alasan Poligami: Wanita Lebih Banyak dari Pria, Benarkah?

Pagi ini saya tertarik pada postingan salah satu Kompasianer baru berjudul: “Mengungkap Fakta di Balik Poligami“. Lalu sejam kemudian menulis lagi dengan judul: “Diskusi Terbuka Bersama Soal Poligami“. Hanya ada dua postingan di lapaknya, semuanya tentang poligami. Wah saya pikir, ini judulnya diskusi, maka saya komentar di tulisannya yang kedua. Sebelumnya saya bilang, “Anda sendiri berada di posisi mendukung sepenuhnya poligami, ya ga mungkin ada diskusi. Diskusi itu terjadi jika setiap o

Baca Selengkapnya
Logika Itu Keharusan Dalam Beragama, Bukan Masalah Sekuler Atau Non-Sekuler Filsafat
2 min baca

Logika Itu Keharusan Dalam Beragama, Bukan Masalah Sekuler Atau Non-Sekuler

Apakah dengan menggunakan logika dalam beragama disebut sekuler? Sepertinya harus dipikirkan dulu jika menilai. Kita seringkali berada di luar area yang kita nilai sehingga kerap melakukan penilaian yang liar. Akan beda lagi pendapatnya jika kita sudah masuk ke dalam area tersebut. Saya sajikan satu pertanyaan yang paling mendasar kenapa logika itu penting: “Dari mana Anda tahu bahwa Tuhan itu ada?” Jika pertanyaan tersebut dijawab dengan jawaban “Dari adanya makhluk atau adanya alam (

Baca Selengkapnya
Pentingkah Filsafat Dalam Membangun Peradaban? Filsafat
4 min baca

Pentingkah Filsafat Dalam Membangun Peradaban?

Hassan Hanafi, tokoh pergerakan Mesir, penulis dan pemikir terkemuka yang awalnya banyak diserang dan diasingkan oleh pemerintah Mesir, namun kini pemikirannya terbukti benar. Ia menulis tentang “Al-Yasar Al-Islam” atau Kiri Islam. Ia juga menulis banyak pemikiran filosofis yang menjadi landasan pergerakannya. Karya monumental Hassan Hanafi ini lahir bukan di ruang hampa, tetapi puncak dari seluruh pemikirannya yang berangkat dari konsep dasarnya tentang filsafat dan agama sehingga melahirkan

Baca Selengkapnya
Agama Organik Filsafat
3 min baca

Agama Organik

Istilah organik banyak dikenal saat ini, terutama pada bidang pertanian seperti sayuran, buah-buahan, beras, pupuk  dan sebagainya. Organik dalam obyek-obyek tersebut adalah kata sifat yang berarti “berasal dari makhluk hidup”. Beras organik artinya beras yang ditanam di tanah yang alami dan dipupuk dengan bahan-bahan makhluk hidup dari alam, tanpa campuran kimiawi. Lantas apa yang dimaksud dengan “agama organik”? Organik dapat juga berarti “asal dari sesuatu”; hampir sama dengan istilah

Baca Selengkapnya
Komunikasi
2 min baca

Terapi Melalui Menulis

“Alkisah, ada seorang anak yang memiliki syndrome halusinasi. Ia sering dihantui bayangan-bayangan yang menakutkan. Bayangan itu bisa muncul kapan saja. Pagi, siang, sore dan malam. Anak itu merasa tersiksa karena tidak bisa makan-minum dengan normal, tidur pun susah karena terus dihantui bayangan-bayangan. Hingga badannya menjadi kurus dan terlihat oleh orang lain seperti anak yang terbelakang mental. Orang tuanya sudah membawa anak itu ke berbagai rumah sakit tapi tidak membuahkan apa-apa. L

Baca Selengkapnya
Filsafat
5 min baca

Kebenaran Akal adalah Kebenaran Tuhan

Terjadi diskusi yang hangat di kalangan Tenaga Ahli Komisi VI melalui Blackberry Messenger (BBM Group) pada tanggal 11 Mei 2011. Tenaga Ahli Komisi VI yang biasanya berdiskusi masalah ekonomi sebagai fokus kerja di komisi tersebut (BUMN, perdagangan, perindustrian, investasi, standarisasi, persaingan usaha, perlindungan konsumen, dan koperasi), namun pada hari itu meluas ke masalah filsafat. Diskusi melibatkan tenaga-tenaga ahli dari lintas fraksi yang ada di Komisi VI. Awal diskusi diawali ol

Baca Selengkapnya
Filsafat
2 min baca

Agama: Pemicu Konflik atau Pemersatu?

Dalam blog saya di http://harjasaputra.wordpress.com pada saat memposting tulisan mengenai “Statistik Pemeluk Agama di Dunia” yang dikutip dari situs icc-jakarta.com (bulan Juli 2009), tempat penulis bekerja pada tahun tersebut. Responsnya luar biasa, dengan jumlah komentar lebih dari 100 komentar, baik komentar yang baik maupun makian atau bernada emosi pada pendapat orang lain. Di sinilah terlihat jelas bahwa ketika berhadapan dengan “Agama”, pemeluk agama tertentu cenderung subyektif dan

Baca Selengkapnya