Connect with us

IPTEK

Wah, Blackberry Dapat Digunakan Bantu Bersih-bersih Diri di Toilet

Published

on

Peraga (harjasaputra.com)

Jika Anda sering ke mall-mall besar atau hotel-hotel mewah akan banyak menjumpai toilet dengan sistem sensor inframerah. Istilahnya “urinal toilet automatic flusher infrared” (kita singkat saja jadi toilet infrared). Bagi yang tidak biasa, seperti saya yang wong ndeso, tentu akan bingung bagaimana caranya agar setelah “buang air mungil” air keluar. Tak ada tombol apapun seperti yang ada pada toilet biasa (manual). Hanya ada kaca kecil hitam yang berisi sensor. Digosok dengan jari tetap tidak keluar air. Sering saya jumpai banyak orang menggosok-gosok jarinya ke situ. Dipikir mungkin sama dengan absen fingerprint.

Sistem toilet infrared agar keluar air, badan harus geser dulu ke samping, beranjak dari sensor, baru keluar airnya. Nah bagaimana kalau lagi banyak orang terus pada minggir semua…waduh, semakin modern semakin menyusahkan. Belum lagi kalau tak tahu caranya, banyak orang lebih memilih tidak membersihkan alat vitalnya setelah melakukan aktivitas buang air mungil.

Tapi jangan khawatir, Anda tak perlu lagi minggir-minggir badan jika ketemu dengan toilet sistem flush infrared. Wong ndeso selalu banyak akal. Kata orang, orang Indonesia selalu punya cara untuk mengakali. Negara lain boleh ahli dalam membikin sesuatu tapi ahli modifikasi dan pemecah kode orang Indonesia jagonya.

Bagaimana caranya? Bagi Anda yang memiliki Blackberry, tempelkan logo BB (warna putih bening, biasanya ada di belakang casing) ke sensor infrared yang ada di atas toilet. Dijamin air keluar dan tak perlu minggir-minggir.

Berterima kasihlah pada RIM yang telah memproduksi BB. Mungkin mereka juga tak tahu kalau produknya bisa untuk mengecoh toilet. Saya coba search pun di Google baik dengan kata kunci english maupun Bahasa tidak ditemukan cara ini.

Lho, saya sedang bercanda atau serius? Ini serius. Akurasinya valid, istilah polisinya “infonya sudah A1″. Sudah diuji oleh saya di toilet bersensor infrared di beberapa mall, seperti di mall FX, Citos, dan mall lain (lihat gambar peraga di atas).

Bagi yang tidak punya BB bagaimana? Jangan khawatir, nyalakan HP dan biarkan menyala, gunakan lampu HP yang menyala di layar dan tempelkan ke sensor. Kalau ini validitas belum berani bilang A1, baru sampai pada tingkat 80 persen karena baru diujicoba di dua tempat (lihat gambar peraga di atas).

Biar meyakinkan, saya akan sedikit jelaskan secara teknis. Sensor infrared toilet sama dengan sensor infrared pintu otomatis. Mendeteksi obyek yang mendekat atau ada tidaknya obyek di depan sensor. Istilah teknisnya “sistem enter-exit”. Jika ada obyek mendekat maka sensor aktif. Atau bahasa kodingnya, jika ada obyek kodenya 1 dan jika tak ada obyek kodenya 0. Pada pintu otomatis, sensor akan mendeteksi obyek yang mendekat. Jika ada, maka akan memberikan sinyal pada komponen gerak agar membuka pintu. Sebaliknya jika tak ada lagi obyek di sekitar, sensor akan memerintahkan untuk menutup pintu atau diam.

Adapun pada sistem toilet infrared, berlaku sebaliknya. Jika ada obyek mendekat, sensor akan memerintahkan komponen gerak agar membuka kran air sebentar lalu diam. Dan, sensor akan memerintahkan lagi komponen gerak untuk mengeluarkan air jika obyek menjauh. Makanya, badan harus geser dahulu baru air keluar.

Nah, logo BB yang putih dan bening jika didekatkan ke sensor, maka dikenali sebagai ruang kosong atau  dikenali seakan tak ada obyek di depannya. Begitu juga dengan lampu HP. Jika ditempel ke sensor maka akan dikenali sama.

Prinsipnya: infrared akan bingung jika ditempelkan benda yang bercahaya. Ini berlaku juga untuk mouse komputer yang menggunakan infrared. Coba saja arahkan pada kaca pasti tidak akan berfungsi, pointer mouse akan blingsatan kesana kemari sendiri.

Tak usah ragu, monggo dicoba! Selamat menempel-ria logo BB di toilet! **[experience from harjasaputra.com]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

Advertisement
1 Comment
  • Maaf iya om…

    saya camtumkan deh…

    soalnya buru2 saya waktu saya ngepost.

    sekali lagi maaf iya om