Connect with us

Komunikasi

40 Persen Komentar di Blog Tukang Penjaja Link

Published

on

Ilustrasi: harjasaputra.com

“Berdasarkan survey yang dilakukan versi Cak Lemper: Komentar tulisan di blog 60 persennya berisi komentar atas tulisan dan 40 persennya berisi yang lain . Dari 40 persen yang lain itu: 70 persen isinya menitipkan link dan 30 persen memberi tautan untuk mengunjungi tulisannya.”

Sama saja dong cak? Oh bedaaa..Anda jangan terkecoh. Kalau yang pertama “menitipkan link” sedangkan yang kedua “memberi tautan”. Anda tahu beda definisi “menitipkan” dan “memberi”? Menitipkan berarti suatu saat si penitip itu akan ambil kembali barang yang dititipkannya, sedangkan memberi tidak. Mikiiiir..!

Dari hasil survey itu juga diketahui bahwa dari 60 persen pemberi link itu 50 persen adalah blogger dan 50 persennya penjaja keliling alias tukang dagang. Tolong jangan terkecoh lagi. Jelas tho?

Mengenai isi komentar kaitannya dengan link yang diberikan: 40 persen tukang kliping artikel dari link-link di media massa dan 60 persen penjaja link iklan tulisan dirinya. Kali ini Anda pasti tidak terkecoh.

Begitu kira-kira hasil survey versi Cak Lemper. Ada yang salah dengan menitipkan link? Tidak ada yang salah. Meskipun salah, manusia kan memang tempatnya salah. Jadi itu biasa. Ini bukan tentang benar atau salah. Tapi tentang kebiasaan dan hasrat.

Tulisan bagus tak usah dijajakan linknya kemana-mana, ia akan tetap banyak dikunjungi. Itu sudah hukum alam. Sebaliknya, tulisan yang tak layak dibaca (bukan jelek lho ya) sebagaimana pun kencangnya dipromosikan di link-link setiap tulisan sampai diinbox ke setiap orang, tetap saja tak layak dibaca. Mungkin pada saat dipromosikan meningkat jumlah hitsnya tapi setelah berhenti dipromosikan akan menghilang begitu saja. Jadi yang membaca adalah yang ditawarkan linknya. Kepada berapa orang sih Anda kuat untuk menjajakan link itu? Anda akan capek sendiri.

Di luar sana, ada jutaan orang yang mencari konten lewat mesin pencari dan ada jutaan orang yang rela men-share tulisan di akun-akun media sosial mereka. Kalau tulisan Anda bagus, tema dan bahasannya juga bagus otomatis akan muncul di mesin pencari dan banyak yang men-share. Jadi, pengunjung datang ke tulisan Anda karena atas dasar keinginan sendiri yang disertai kebutuhan mencari informasi. Bukan atas dasar Anda menjajakan itu di setiap komentar. Mikiiirr…!

Lebih baik Anda fokus bagaimana menciptakan tulisan bagus, sisanya biarkan sistem alam yang berjalan. Hukum alam di dunia maya itu pasti dan tak mungkin dilawan. Content is queen masih tetap berlaku.

Ya kalau men-share sendiri tulisan Anda di FB dan twitter pribadi masih wajar dan layak. Ini malah sudah mengotori tulisan orang lain di lapak mereka dengan link-link bertebaran, pas di-share di FB, dipanggil tuh wadya balad: di-tag puluhan orang biar mereka baca. Oh my ghoooooosssttt…ya ga segitunya juga keleeeessss…!

Tulisan bagus itu menurut pengamatan Cak Lemper lagi: 70 persennya akan banyak yang akses dan 30 persennya hanya lewat. Itu biasa. Namun jangan putus asa kalau hanya lewat. Mungkin hari ini tulisan Anda sepi, tapi coba besok atau beberapa hari lagi tengok, pasti akan bertambah jumlah pengunjungnya. Itu karena sistem alam sedang berjalan. Ya seperti saya sebutkan di atas: mesin pencari berperan besar. Tapi, kalau tulisan Anda sudah berbulan-bulan jumlah pengunjungnya segitu-gitu juga, ya ngaca dan mawas diri: berarti tulisan Anda kemungkinannya dua: apa memang tidak bagus atau tidak layak dibaca. Mikiiiirr…!!**[harjasaputra]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

Advertisement
Klik untuk Berkomentar