Connect with us

Sosbud

Indonesia Krisis Buku Nikah

Published

on

Ilustrasi: harjasaputra.com

Pagi ini membaca berita mengenai batalnya pernikahan pasangan di Bandung karena buku nikah kosong alias habis. Agak janggal nih berita. Ternyata bukan hanya di Bandung yang mengalami kejadian serupa tapi juga di beberapa daerah termasuk di Jakarta.

Kejadian ini baru pertama saya dengar. Termasuk kejadian langka. Kok bisa ya buku nikah kosong stok. Wah bisa-bisa pasangan yang mau nikah gagal bulan madu dan pada demo nih.

Ini masalah serius. Sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. Pernikahan bukan hanya melibatkan pasangan yang hendak menikah saja,  tapi juga perputaran ekonomi. Berapa banyak gedung yang akan nganggur tanpa ada perhelatan pernikahan. Wedding organizer, pengusaha catering, tenda, fotografer, rias pengantin, dan lain-lain yang terkait dengan acara pernikahan akan sepi job. Perputaran ekonomi dari bisnis ini akan terancam.

Buku nikah meskipun hanya kertas tapi justru di situlah kunci pernikahan. Puncak dari semua prosesi pernikahan adalah ditandatanganinya buku nikah di hadapan penghulu, saksi dan yang hadir. Tanpa itu bubar acara. Sama dengan ijazah. Meskipun hanya secarik kertas tapi disitulah tujuan kuliah bermuara. Memang ilmunya sih yang dicari tapi kalau tidak dapat ijazah kok agak janggal aja.

Buku nikah adalah produk dari KUA sebagai lembaga di bawah Kementerian Agama. Harus dijelaskan kepada publik kenapa bisa terjadi krisis buku nikah. Kementerian Agama dari segi anggaran bukan sedikit dikasih oleh negara. Trilyun broo..tapi urusan pengadaan surat nikah aja belepotan. Apa menterinya minta diganti?

Bagi pasangan yang mau menikah dalam waktu dekat, saran saya segera cek buku nikahnya di KUA ada stoknya atau tidak..kalau tidak ada masa iya disuruh bikin sendiri..apa kata dunia!**[harjasaputra.com]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]