Connect with us

Riset

Alasan Artikel Wikipedia Tak Bisa Dipakai Referensi

Published

on

Ilustrasi: topics.nytimes.com

Siapa yang tidak tahu Wikipedia? Bagi penggiat dunia maya hampir semua orang tahu Wikipedia, ensiklopedia online dengan basis lisensi free content license dan di-drivedengan software berbasis free software. Keunggulan utama Wikipedia adalah referensi yang mudah diakses oleh setiap orang.

Siapa yang tidak tahu Wikipedia? Bagi penggiat dunia maya hampir semua orang tahu Wikipedia, ensiklopedia online dengan basis lisensi free content license dan di-drivedengan software berbasis free software. Keunggulan utama Wikipedia adalah referensi yang mudah diakses oleh setiap orang.

Namun, Wikipedia sendiri mengakui bahwa konten yang ada di database online-nya memiliki kelemahan: “..while some articles are of the highest quality of scholarship, others are admittedly complete rubbish. … use [Wikipedia] with an informed understanding of what it is and what it isn’t.”

Secara terang-terangan Wikipedia pun tidak memaksa pembaca untuk mempercayainya: “We do not expect you to trust us.” Dikatakan juga oleh Wikipedia bahwa Wikipedia bukan referensi primer (not a primary source), hal ini karena banyak artikel yang mengandung error sehingga tidak bisa dijadikan sumber untuk pengambilan keputusan: “because some articles may contain errors,” you should “not use Wikipedia to make critical decisions.”

Maria T. Accardy et. al dalam buku Critical Library Instruction: Theories and Methods (2010) mengatakan bahwa ketika ditanya kepada para siswa di sekolah ‘Siapakah yang dalam waktu 24 jam ini pernah membuka Wikipedia? Maka diperoleh rata-rata jawaban 85%-95% mengangkat tangannya yang menunjukkan pernah membuka Wikipedia.

Namun, ketika ditanya pada guru dan dosen di banyak universitas di Amerika mayoritas jawaban yang diperoleh adalah penolakan untuk menggunakan Wikipedia sebagai sumber utama. Sedikitnya terdapat 3 alasan utama: (1) banyak kesalahan dalam artikel yang dimuat Wiki, (2) setiap orang bisa mengedit artikel yang ada di wiki, dan (3) tidak merepresentasikan karya dari seseorang sehingga menyulitkan konsep otoritas: tulisan di wiki tidak dimiliki oleh seorang penulis karena setiap orang bisa mengeditnya.

Jika Anda mencoba berselancar di google dan mencari pendapat-pendapat mengenai reliabilitas artikel Wikipedia banyak juga yang mengajukan berbagai alasan, bahkan ada yang merincinya dengan tulisan “10 alasan untuk tidak menjadikan Wikipedia sebagai referensi“. Tulisan ini sebagai konter dari Wikipedia yang memuat 10 prinsip utama Wikipedia. Tetapi inti keberatannya kurang lebih sama: bahwa reliabilitas tulisan di Wikipedia dipertanyakan karena aspek otoritas, yaitu karena setiap orang bisa edit. Karena setiap orang bisa edit maka tidak menutup kemungkinan disalahgunakan untuk tujuan-tujuan tertentu tergantung dari kepentingan pengedit.

Mari kita komparasi dengan ragam hasil penelitian dari jurnal-jurnal ilmiah. Carnevale, dalam jurnal  The Chronicle of Higher Education (2006), yang dimuat di Proquest menunjukkan hasil penelitian berbeda. Menurut hasil penelitian ini, Wikipedia (versi English), khusus dalam artikel yang terkait masalah
“Nature” memiliki akurasi data yang signifikan. Nilai akurasinya sama dengan ensiklopedia Britannica. Tapi ia juga menyebutkan bahwa kelemahan artikel di Wikipedia, meskipun akurasi datanya sama, susah untuk dimengerti: poorly worded and confusing. Dengannya, ia memberi judul hasil penelitian dengan judul: “Journal Gives Wikipedia High Marks for Accuracy, but Not for Readability”.

Penelitian lain terkait Wikipedia dilakukan oleh Lucy Holman Rector dengan judul “Comparison of Wikipedia and other encyclopedias for accuracy, breadth, and depth in historical articles” (2008) dengan metode Analisis Isi (Content Analysis).Ia menyimpulkan bahwa pada artikel-artikel Wikipedia bidang sejarah ditemukan nilai akurasi sebesar 95-96%. Kesalahan utama artikel Wikipedia adalah tidak mencantumkan sumber primer dari kutipan yang dicantumkan.

Banyak lagi penelitian-penelitian lain dengan hasil yang berbeda-beda. Dari hasil penelusuran saya terhadap 10 jurnal di Proquest online: 3 penulis jurnal menguatkan bahwa reliabilitas dan akurasi data di Wikipedia dapat dipertanggungjawabkan dan 7 penulis jurnal yang mengatakan sebaliknya.

Dari berbagai bukti empiris (hasil penelitian-penelitian) di atas, dapat memberikan arah bagaimana sikap kita dalam melakukan sitasi dari artikel yang ada di Wikipedia. Wikipedia sebagai sumber informasi awal mungkin bisa digunakan tetapi perlu verifikasi dan komparasi dengan sumber primer lain. Hal ini karena akurasi dan reliabilitas informasi artikel Wikipedia masih dalam wilayah “abu-abu”.**[harjasaputra]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

Advertisement
1 Comment
  • Gren

    Saya sendiri cuman setuju dengan 1 hal, “susah dimengerti”. Tapi di wikipedia Indonesia bukan cuman itu saja, banyak sekali artikel yang sama sekali belum dibuat mungkin karena kurangnya minat menyumbangkan informasi atau mengoreksi nya.