Pengertian Komunikasi

Komunikasi secara etimologis berasal dari bahasa Latin communicatio, dan perkataan ini bersumber pada kata communis yang berarti kata “sama dalam arti kata” “sama makna mengenai suatu hal”. sedangkan secara terminilogis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataaan oleh seseorang kepada orang lain. Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan) untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan, maupun tak langsung melalui media (Effendy, 2005:6).

Dalam komunikasi ada istilah "pesan linguistik" dan "pesan ekstra linguistik". Pesan linguistik atau "pesan bahasa" adalah pesan dalam bentuk kata-kata dan kalimat. Setiap cara penyampaian (berkata) memberikan maksud tersendiri. Cara-cara seperti ini disebut "pesan linguistik". Selain itu juga manusia menyampaikan pesan dengan cara lain, misalnya dengan isyarat, ini disebut "pesan ekstra linguistik" (Rakhmat, 2000:268).

Adapun model komunikasi agar pesan itu sampai pada komunikan seperti gambar di bawah ini:

Capture2

Penjelasan dari gambar di atas adalah sebagai berikut:

1. Sumber Komunikasi terdiri:

a. Seseorang atau sekelompok orang bahkan juga mungkin suatu lembaga.

b. Agar komunikasi dapat berproses dengan baik diperlukan hal-hal sebagai berikut:

1)      Kecakapan berkomunikasi yakni kecakapan berpikir, menulis, menggambar, berbicara dan sebagainya.

2)      Punya sikap baik terhadap audience, orang diajak berkomunikasi, situasi dimana komunikasi harus dilakukan.

3)      Mempunyai pengetahuan tentang orang yang diajak berkomunikasi, dan tentang audience

4)      Sistem sosial darimana ia melakukan komunikasi, misalnya menyangkut tentang pergaulan orang yang berkomunikasi, peranannya, termasuk kelompok organisasi apa, bagaimana latar belakang sosialnya, dan sebagainya.

5)      Kebudayaan masyarakat darimana ia melakukan kegiatan berkomunikasi juga perlu diperhatikan oleh komunikator, karana hal ini menyangkut, faktor tradisi, kebiasaan-kebiasaan yang berlaku serta juga etos dan mitosnya yang berpengaruh terhadap kegiatan berkomunikasi

2. Pesan yang disampaikan kepada komunikan (orang yang diajak berkomunikasi) terdiri dari hal-hal berikut:

1)      Unsur-unsur pesan yang berupa pembicara, topik apa yang dibicarakan, pendengarnya siapa dan bagaimana.

2)      Bentuk pesan yang disampaikan apakah berupa audio-visual (yang dapat didengar, atau yang dapat didengar-dilihat, berupa gambar peragaan misalnya karikatur, advertensi, dan sebagainya.

3)      Kode yang dipilih menyangkut bahasa misalnya, bahasa minang, Jawa, Inggris, dan sebagainya disesuaikan dengan kemampuan bahasa komunikan agar pesan lebih efisien dan efektif diterima oleh mereka.

4)      Isi pesan harus diseleksi dan disusun sedemikian rupa sehingga ide-ide yang terkandung didalamnya dapat difahami/diterima sehingga akhirnya diikuti, setidak-tidaknya disupport.

5)      Pelayanan apakah yang terkandung dalam pesan tersebut yang sesuai dengan kebutuhan orang.

3. Saluran yang dipergunakan dalam berkomunikasi adalah melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, daya pencium dan daya merasakan terhadap pesan yang disampaikan. Oleh karenanya pesan baru efektif bilamana diberikan melalui panca indera manusia.

4. Penerima adalah komunikan (orang yang menerima pesan dalam proses komunikasi itu). sebagai penerima pesan ia harus memiliki kecakapan/ keterampilan, sikap dalam bentuk respon, pengetahuan tentang apa yang terkandung dalam pesan, sistem sosial didalam mana ia berperan, kelompok organisasi yang ia masuki, dan sebagainya.

Dari pengertian komunikasi di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa komunikasi itu merupakan suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikasi juga mempunyai tujuan untuk mengubah perilaku orang lain. Jadi proses komunikasi tersebut akan menimbulkan efek yaitu mengubah perilaku orang lain.

Pustaka:

Effendy, Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung: Citra Rosdakarya, 2005.

Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Mulyana, Deddy. Dasar-dasar Ilmu Komunikasi. Bandung: Rosdakarya, 2002.