Connect with us

Nasional

Behind The News: “4000 Wisatawan Rusia Ramaikan Lombok”

Published

on

Wah salah kostum saya kayaknya..hahaha

Kompas.com, Rabu (16 November 2011) merilis satu berita berjudul: “Wisatawan Rusia Ramaikan Lombok“.  Pelita Online pun memberitakan liputan yang sama dengan judul: “Lombok Kedatangan 4.000 Wisatawan asal Rusia“.

Berita ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Lombok, karena baru kali ini ada gelombang wisatawan dalam jumlah besar dari Rusia. Karena selama November 2011-Maret 2012 akan ada 4000 wisatawan asal Rusia yang dijadwalkan kunjungi Lombok. Sejak ada Bandara Internasional Lombok yang baru diresmikan Oktober lalu yang dapat didarati pesawat besar, Lombok menjadi tujuan baru bagi wisatawan Rusia. Selama ini mereka hanya datang ke Bali. Para wisatawan Rusia tersebut menumpang pesawat carter Boeing 767 300 ER Nordwind Airline.

Kalau dilihat dari kedua berita yang dirilis oleh dua media di atas, Kompas.com dan Pelita Online, banyak perbedaan. Pertama, dari waktu. Kompas.com menyebut waktunya dari November 2011 hingga Mei 2012 sedangkan Pelita Online menyebutnya hingga Maret 2012. Kedua, nama pesawat yang dikutip pun berbeda: Kompas.com menyebutkan Boeing 767 300 sedang Pelita Online Boeing 767 200. Ketiga, yang datang pun berbeda. Kompas.com menyebutnya 131 orang, sedangkan Pelita Online menyebutnya 300 orang.

Di sini, tidak akan mempermasalahkan perbedaan pemberitaan dari dua media di atas. Lebih baik bikin berita sendiri. Ada yang terlewatkan dari pemberitaan kedua media tersebut. Kunjungan wisatawan Rusia itu melalui proses yang cukup lama dan tidak terpublikasi di media. Dimulai dari pertemuan pada 08 Mei 2011 lalu antara utusan dari Rusia dengan Gubernur NTB. Utusan Rusia diwakili oleh 4 orang: Vladimir Strzhalkovsky, Roman Panov, Kantarovic, dan Vladimir Dolgushin. Vladimir Strzhalkovsky sendiri adalah mantan Menteri Pariwisata di Rusia yang saat ini menjabat sebagai CEO dari perusahaan nikel terbesar di dunia.

Kebetulan saya dipercaya sebagai “pesuruh” untuk mengantarkan utusan Rusia tersebut ke tempat pertemuan dengan Gubernur NTB. Bersama dengan seorang lagi sebagai translator. Sebelum pertemuan dengan Gubernur NTB yang dijadwalkan malam pukul 20.00 WIB pada tanggal yang sama, berkunjung dulu ke Pantai Kuta Lombok. Berikut ini adalah foto-fotonya:

{gallery}rusia{/gallery}

Ada ungkapan yang terlontar selalu dari orang Rusia ketika melihat alam Lombok: “It’s real paradise”. Apalagi ketika di perjalanan turun hujan dan reda lagi sesampainya di tempat Pantai Kuta. Dia terheran-heran, di Rusia mana ada sebentar hujan lalu panas lagi. Menunggu hujan bisa berbulan-bulan. Di sini bisa hujan lalu terang lagi. “It’s amazing land”, gumamnya. Belum lagi ketika melihat keindahan pantai Kuta Lombok, yang pasirnya lebih putih dan bersih daripada pasir di Kuta Bali.

Setelah berkunjung ke Pantai Kuta Lombok lalu pulang ke hotelnya di hotel Oberoi, di Senggigi Beach. Di sini lebih indah lagi pemandangannya. Pantai seperti bentangan pemandangan yang tak bergerak, persis seperti lukisan atau kaca.

Namun, di balik eksotisme alam yang luar biasa indah, orang Rusia itu sempat mengeluhkan di saat obrolan ringan makan siang. Dia kaget ada orang yang menghampirinya dan meminta uang. “This is not good”, katanya.

Lalu tibalah pertemuan dengan Gubernur NTB. Pertemuan berlangsung sekitar 1 jam. Membicarakan rencana niat kerjasama pihak Rusia dengan provinsi NTB, salah satunya di bidang pariwisata. Ada yang unik di saat pertemuan ini. Awalnya pak Gubernur kesulitan untuk berkomunikasi dengan utusan Rusia ini. Karena bahasa Inggris pak Gub kurang begitu lancar, beliau lebih fasih berbahasa Arab. Saya mengetahui bahwa utusan dari Rusia itu mengerti dan fasih berbahasa Arab pada saat makan siang. Ia menanyakan bahasa apa pak Gubernur menguasai. Saya bilang bahasa Arab. Tak disangka, ia kemudian berbicara dalam bahasa Arab dengan sangat fasih. Luar biasa. Orang Rusia fasih berbahasa Arab. Maka, di saat Pak Gubernur kesulitan dalam mencari padanan kata dalam bahasa Inggris, saya kemudian bilang, “Hum yafhamunal ‘Arabiyyah bil fushah”. Pak Gubernur seakan tidak percaya. Lalu menanyakannya langsung ke para utusan Rusia. Mereka senyum dan bilang “Na’am”. Akhirnya pertemuan itu dilakukan dalam bahasa Arab dan tanpa kaku lagi. Mengalir begitu saja. Ini yang patut diacungi jempol.

Itulah berita yang berada di balik berita yang dimuat oleh dua media di atas. Awalnya saya tidak percaya membaca berita yang dirilis Kompas.com di atas, kemudian membacanya pelan-pelan. Saya menduga-duga ini adalah hasil dari pertemuan yang lalu yang sempat saya saksikan sendiri. Berarti pihak Rusia sangat serius, terbukti diwujudkan dengan kunjungan 4000 wisatawan ke Lombok. Lantas saya kabari pada orang yang mengutus saya, beliau pun surprise, lalu mengontak Gubernur dan beliau mengiyakan bahwa itu adalah tindak lanjut dari pertemuan lalu. Hmmmm…pengalaman yang menakjubkan dan setidaknya terlibat dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Lombok meskipun hanya sebagai “pesuruh”.**[harja saputra]

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]