Connect with us

Unik

Jangan Katakan “IYA” Pada Penelpon yang Mengiming-imingi Hadiah Atau Anda Akan Terhipnotis!

Published

on

Ilustrasi: republika.co.id

Hati-hati bagi para pengguna HP atau telepon rumah. Berbagai modus penipuan kini marak terjadi. Bukan hanya SMS-SMS yang meminta kita mentransfer sejumlah uang ke rekening si pelaku, tetapi juga sudah berani menelpon dengan menghipnotis. Hanya dengan mengatakan “IYA”, si korban akan terhipnotis dan akan menuruti apa yang disuruh oleh si pelaku.

Berikut ini adalah penuturan dari Fitri Y. Yeye, dalam tulisannya di Kompasiana dengan judul: “Penipuan Lewat Telpon Itu Akan Sukses Jika Anda Sempat Katakan “IYA!”.

“Kira-kira beginilah ucapannya kepada saya: Assalamualaikum, mohon maaf ibu telah mengganggu waktunya. Perkenalkan nama saya Bpk. Abu (maaf saya lupa nama yang waktu itu disebutnya). Alhamdulillah ya Ibu, dengan izin Allah ibu mendapatkan rezeki yang tak terduga, bersyukur ya bu! Ini benar-benar rezeki ibu. Ayo ibu ucapkan alhamdulillah” Dia mulai menuntun saya, awalnya saya tidak percaya sama sekali. Tetapi lama-lama mendengar dia bicara dengan sangat santun saya terpengaruh dan saat dia bertanya “apakah ibu senang?” reflek saya katakan “iya senang pak!” dan mulailah dia kembali menyebut-nyebut nama Tuhan. Saya hanya mendengar saja tidak bicara. Sempat beberapa kali saya katakan “ini penipuan bukan?” kembali dengan sangat halus dia mengatan “masyaAllah ibu, masih tidak percaya, ibu bisa cek sendiri ke telkom bla bla bla..dan akhirnya kembali saya hanya mengatakan “iya pak”.

Fitri Y. Yeye menambahkan, bahwa saat itu dirinya di rumah bersama dua anak dan seorang tetangga yang sedang bertamu ke rumahnya. Mereka mendengar telpon itu berdua, dan tetangganya bilang. “iya benar itu pasti benar sepertinya bukan penipuan”. Lalu si penelpon ini memintanya bersiap-siap dandan yang rapi. Nanti hadiah sebuah motor akan di antar ke kotanya, dengan dikatakan bahwa dirinya akan di shoot dan akan masuk TV. “Haddehhh ingat sekarang tololnya saya! Hixs)”, tulisnya. Kemudian si penelpon meminta Fitri bergegas ke sebuah conter hp, tunggu dia di sana. Katanya tidak usah konter yang terlalu besar, yang kecil saja. Ia berdiskusi dengan tetangganya. Kata tetangganya, “pergilah, anak-anak biar dia jagain” lalu ia pun berangkat, Fitri tidak bawa motor. Ia memutuskan naik ojek saja. Saat diojek itu ia sempatkan telpon suami kalau ia dapat hadiah motor. Suaminya kaget, karena Fitri begitu menggebu-gebu.

“Akhirnya sampailah saya di sebuah konter hp. Saya memilih konter hp yang cukup besar dan letakknya pas berhadapan dengan kantor suami saya. Saat itu juga saya lihat suami saya turun berdiri di depan kantornya. Memberi kode agar saya menemuinya. Tapi saya hanya menggeleng. Suami saya melambai-lambaikan tangannya memanggil saya. Saya tetap tidak acuh. Sampai security kantor suami juga ikut melambai ke saya, dan menyatakan “buk, buka toko sana!” saya masih tak peduli”, tulis Fitri.

Fitri melanjutkan ceritanya: “Tak lama hp saya pun berdering lagi, orang tersebut meminta saya menunggu sebentar dan dia menyuruh saya sabar. Masih dengan cara yang sangat sopan kembali saya mengiyakan. Karena suami saya bekerja di lembaga keuangan, tentu saja selain security ada polisi yang selalu standby di kantornya. Beberapa kali saya lihat polisi itu memperhatikan saya. Sepertinya memang sengaja diminta suami saya untuk mengawasi saya. Lalu suami saya menuju ke arah saya. Meminta saya pulang. Saya masih tetap tidak mau. Saya menjauh, dan tidak meau mendekat. Malahan saya suruh suami saya “sudah papa kerja aja sana!”

“Dia membujuk saya lagi, saya masih keras tidak mau. “Ayo sayang pulang, malu di lihat orang ngapain duduk di sini?” saya hanya tersenyum dan menggeleng. Saya tidak tahu apa yang ada di benak saya saat itu. Dan tiba-tiba suami saya sudah memegang dan menarik tangan saya. Saat tangannya memegang saya. Saya tersentak, seperti orang yang terbangun dari mimpi. Saya mengusap wajah saya dengan ke dua tangan saya. Dan saya kaget dengan apa yang terjadi sama saya, saya ingat anak-anak saya. Akhirnya saya pasrah mengikuti langkah suami saya yang menggandeng saya”, pungkas Fitri Y. Yeye.

Itulah kisah nyata yang dapat dijadikan hikmah agar tidak terjadi lagi penipuan-penipuan yang mengiming-imingi hadiah dengan membawa nama perusahaan-perusahaan terkemuka. Ingat, hadiah selalu diawali dengan pengumuman di media massa. Periksa dengan teliti jangan langsung percaya.**[harja saputra]

Sumber tulisan: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/11/03/penipuan-lewat-telpon-itu-akan-sukses-jika-anda-sempat-katakan-%e2%80%9ciya%e2%80%9d/

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]