Connect with us

Apa itu Voice of Humanism?

Unik

Apa itu Voice of Humanism?

Ilustrasi: rlv.zcache.com

Voice of Humanism (VoH) merupakan gagasan pribadi untuk menamai web dengan nama itu yang awalnya dinamai “Kumpulan tulisan Harja Saputra”. Penamaan web dengan VoH pada tanggal 27 September 2011 tidak berkenaan dengan momen pribadi (seperti tanggal lahir atau tanggal spesial personal lainnya). Terbersit nama itu sejak peristiwa Bom Solo pada 25 September 2011–sebagai salah satu bentuk penistaan terhadap kemanusiaan sebagaimana terjadi pada peristiwa Bom Mesjid di Cirebon. Bukan berarti mengambil untung dari kejadian itu, akan tetapi mencoba ikut andil dalam meluruskan pemahaman tentang pentingnya “Sisi Kemanusiaan” dalam menilai suatu ajaran, terutama ajaran agama.

Penistaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan terjadi bukan hanya pada ranah keamanan (terkait kasus bom), tetapi juga banyak terjadi di bidang lain. Contohnya adalah isu pemerkosaan di angkot yang mencuat awal September 2011, isu korupsi kelas kakap Nazaruddin, masalah pemasungan hak-hak TKW di Arab Saudi, dan banyak lagi. Semua itu adalah sisi kemanusiaan yang perlu dicermati.

Seperti diketahui bahwa humanisme adalah suatu aliran filsafat. Ia berkembang baik di dunia Islam maupun di dunia Barat. Di dunia Islam sering diidentikkan dengan pemikiran Ibn Rusyd yang banyak diadopsi nilai-nilai rasionalitasnya oleh Barat. Di Barat sendiri, humanisme merupakan aliran pemikiran sebagai kelanjutan dari gerakan modernisme. Ciri utamanya adalah menentang dominasi agama (gereja) dan sebagai gantinya adalah berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Agama dan kemanusiaan dipertentangkan sehingga memunculkan sekulerisme dan akhirnya muncul jenis baru dari humanisme, yaitu humanisme sekuler, di mana manusia sebagai poros dari seluruh nilai-nilai.

Pandangan saya tentang humanisme mengambil bentuk yang berbeda. Tidak mengadopsi secara utuh pada pemikiran Ibn Rusyd maupun humanisme Barat. Tetapi, lebih pada pemikiran bahwa agama dan kemanusiaan adalah satu, bukan dipertentangkan seperti yang dilakukan oleh humanisme Barat. Ini bisa ditelusuri dari berbagai ajaran agama yang ada, di mana nilai kemanusiaan merupakan poros utama dari setiap agama. Di dalam ajaran agama Islam dikenal dengan istilah “Amal shaleh”, dalam ajaran Kristen dikenal dengan istilah “Kasih”, dalam ajaran Budha dikenal dengan istilah “Dharma”, bahkan Ten Commandment, semua isinya adalah tentang kemanusiaan seperti tidak boleh mencuri dan nilai kemanusiaan lain yang berlandaskan pada kehidupan sosial.

Dengan demikian, poros utama dari ajaran agama adalah nilai-nilai kemanusiaan (humanisme). “Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi sesamanya”. Inilah yang saya sebut dengan istilah Agama Organik, yaitu faham yang berporos pada nilai-nilai universal. Nilai-nilai universal adalah inti dari agama, misi dari semua agama, sifatnya organik. Pemahaman memang relatif sehingga berbeda bagi setiap orang, tetapi ada yang tidak relatif yaitu nilai-nilai universal. Nilai universal absolut sifatnya, seperti keadilan, kejujuran, kemanusiaan, cinta, dan lainnya, yang penilaian setiap orang sepakat terhadap nilai-nilai tersebut.

Organik berarti juga original, dalam arti beragama tidak macam-macam, tidak tercampur oleh “bahan-bahan kimiawi” yaitu merasa diri paling benar, yang lain salah, dan menonjolkan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai universal (nilai-nilai kemanusiaan/humanisme). Lebih baik mencari persamaan antar-agama yang ada daripada mencari perbedaan yang pasti banyak perbedaan yang tidak mungkin disamakan. Bergerak pada dimensi yang sama, yaitu dimensi nilai-nilai bukan pada sekat-sekat keagamaan yang sempit.

Apapun agamanya (Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, dan agama serta kepercayaan lainnya) itu adalah masalah pelembagaan agama yang setiap orang boleh meyakini dengan sepenuhnya. Tetapi yang lebih penting dari itu adalah implementasi agama dalam kehidupan, yaitu “moral dan etika”.

Agama pun tidak perlu dibela (seperti pemahaman yang salah dari konsep “jihad” bahwa jihad adalah membela agama Tuhan atau memerangi Anti-Kristus seperti yang pernah terjadi di abad ke-13 M). Agama datang dari Tuhan Yang Maha Kuat, dan Dia berjanji akan menjaganya sendiri. Manusia sangat naif jika bertekad untuk membela Tuhan. Karena manusia lemah sedangkan Tuhan adalah Yang Maha Kuat. Yang perlu dibela oleh manusia adalah sesama manusia. Dan inilah yang saya sebut dengan Voice of Humanism: kita sebagai manusia harus membela kepentingan manusia untuk kehidupan yang lebih baik.

Berpijak dari gagasan itu, maka konten dari website ini memiliki warna mengangkat pemikiran tentang nilai-nilai kemanusiaan (Voice of Humanism): pendekatan lain dalam memahami ajaran agama, filsafat, psikologi, pendidikan, dan sebagainya. Di web ini juga disajikan review riset, tips menulis, dan berbagai ragam tulisan lain. Tulisan yang variatif dan diperuntukkan bagi pengunjung web ini. Selalin itu, ada kolom khusus VoH Corner yang menampilkan tulisan-tulisan berkenaan dengan aksi nyata penulis dalam bidang kemanusiaan.

Semua tulisan adalah original, dalam arti bukan copy paste dari penulis lain. Semuanya adalah tulisan dari hasil refleksi saya pribadi. Dengan berpegang pada relativitas pendapat, saya tidak mengklaim bahwa pendapat saya yang ditulis di web ini adalah kebenaran mutlak, sangat terbuka kemungkinan untuk direvisi di kemudian hari jika menemukan yang lebih baik lagi. Penulis terbuka jika ada saran, kritik, dan diskusi, atas apa yang ditulis dalam web ini. Silahkan isi di kolom komentar yang disediakan di setiap tulisan. Semoga bermanfaat.**[harja saputra, VoH]

——————–

Selain bergerak di pembaharuan pemikiran yang bersifat kognitif, kami pun melakukan aksi. Reportasenya dapat dibaca di artikel Dari Semak-semak Bermimpi Mengubah Duniadan Anak Tidak Mampun Pun Bisa Kuliah di ITB. Kami pun mengajak Anda untuk bergabung dalam gerakan kemanusiaan untuk mengembangkan Sekolah Unggulan Gratis bagi para anak tidak mampu. Simak reportase dan cara untuk partisipasi pada dua artikel tersebut.

Baca selengkapnya

Blogger | Serverholic | Dua Anak | Satu Istri | Kontak: [email protected]

KOMENTAR

Terbaru

Populer

To Top